Perencanaan Traffic Light Pada Simpang Tak Bersinyal Jalan Air Hitam Dan Jalan Garuda Sakti Kota Pekanbaru

Abstract

Simpang Jalan Air Hitam dan Jalan Garuda Sakti di Pekanbaru merupakan salah satu titik dengan volume lalu lintas tinggi yang sering mengalami konflik antar pengguna jalan, terutama pada jam sibuk. Tidak adanya Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) menyebabkan kemacetan dan meningkatkan risiko kecelakaan. Tujuan penlitian adalah untuk merencanakan sistem traffic light guna meningkatkan kelancaran, keselamatan, dan efisiensi lalu lintas di persimpangan tersebut. Analisis dilakukan berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2023). Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume lalu lintas tertinggi terjadi pada Senin, 4 November 2024 pada jam 16.00-17.00 dengan total kendaraan 10683 kendaraaan/jam. Perencanaan dengan pengaturan 2 fase didapatkan waktu siklus sebesar 55 detik, yang berada dalam batas waktu siklus layak, yaitu 40 - 80 detik. Derajat kejenuhan yang diperoleh adalah 0,80 (<0,85), menunjukkan bahwa arus lalu lintas belum mendekati arus jenuh. Selain itu, tundaan rata-rata yang dihasilkan adalah 19,74 detik/smp, yang menunjukkan tingkat pelayanan dikategorikan arus masih baik. Sementara itu, perhitungan dengan pengaturan 3 fase menunjukkan hasil yang tidak optimal, dengan waktu siklus sebesar 210 detik, jauh dari batas siklus layak. Hal ini menunjukkan bahwa sistem 3 fase tidak sesuai untuk diterapkan di persimpangan ini. Dengan demikian, hasil penelitian menyimpulkan bahwa pengaturan 2 fase merupakan solusi yang baik dalam meningkatkan kinerja lalu lintas di persimpangan Jalan Air Hitam dan Jalan Garuda Sakti. Sistem ini memberikan keseimbangan antara efisiensi waktu siklus, derajat kejenuhan yang terkendali, serta tundaan yang rendah.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By