Klusterasi Data Angka Melek Aksara Penduduk Umur Diatas 15 Tahun Berdasarkan Provinsi Dengan Menggunakan Fuzzy C-Means
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Lancang Kuning
DOI
Abstract
Pendidikan berperan penting dalam pewarisan budaya dan pembangunan sosial-ekonomi. Melek aksara, sebagai indikator utama pendidikan, mencerminkan kualitas sumber daya manusia karena 80-90% pengetahuan diperoleh melalui membaca. Di Indonesia, penduduk usia di atas 15 tahun diharapkan memiliki kemampuan baca tulis yang memadai untuk meningkatkan partisipasi sosial, ekonomi, dan politik. Meski rata-rata tingkat melek aksara mencapai 96,52% pada 2023, terdapat perbedaan antar provinsi, dengan angka partisipasi sekolah usia 16-18 tahun hanya 73,42%. Faktor akses pendidikan dan kondisi sosial-ekonomi memengaruhi variasi ini. Analisis klusterisasi menggunakan Fuzzy C-Means (FCM) membagi provinsi menjadi dua cluster dengan karakteristik pendidikan berbeda. Cluster 0 mencakup 18 provinsi dengan indikator pendidikan lebih rendah (melek aksara 96,50% dan partisipasi sekolah 71,25%), sedangkan Cluster 1 mencakup 16 provinsi dengan indikator lebih baik (melek aksara 97,44% dan partisipasi sekolah 79,87%). Hasil ini menunjukkan perlunya kebijakan pendidikan yang disesuaikan untuk meningkatkan akses di Cluster 0 dan kualitas pendidikan lanjutan di Cluster 1.
