Analisis Kinerja Reksadana Saham Syariah Menggunakan Metode Shape, Treynor, Jensen, Dan M2
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Lancang Kuning
DOI
Abstract
Tujuan penelitian ini untuk mengansalisis kinerja reksadana saham syariah berdasarkan Risk Adjusted Return dengan Metode Sharpe, Treynor, Jensen, Dan M2 dengan membandingan kinerja Benchmark penelitian ini menggunakan IHSG
sebagai benchmark. Penelitian ini menggunakan jenis peneltian deskriptof kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah reksadana saham syariah yang terdaftar dan aktif pada Otoritas Jasa Keuangan. Teknik pegambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan terdapat 16 reksadana saham sebagai sampel penelitian. Variabel dalam penelitian ini adalah return reksadana saham syariah, return pasar, dan investasi bebas risiko. Metode yang digunakan dalam menganalisis data menggunakan Metode Sharpe, Treynor, Jensen, Dan M2. Hasil penelitian untuk Metode Sharpe pada tahun 2020 ada 5 reksadana saham syariah yang kinerjanya positif dan berkinerja Outperform terhadap benchmark. Tahun 2021 terdapat 6 reksadana saham syariah yang kinerjanya positif dan Outoperform terhadap benchmark. Tahun 2022 terdapat 3 reksadana saham syariah yang kinerjanya positif dan berkinerja Outoperform terhadap benchmark.
Untuk Metode Treynor, pada tahun 2020 ada 8 reksadana saham syariah kinerjannya positif dan kinerja Outoperform terhadap benchmark. Tahun 2021 ada 8 reksadana saham syariah yang kinerjanya positif dan berkinerja outperform terhadap benchmark. Tahun 2022 adan 6 reksadana saham syariah yang kinerjanya positif dan kinerjanya Outoperform terhadap benchmark. Untuk Metode Jensen, pada tahun 2020 ada sebanyak 5 reksadana saham syariah yang memiliki kinerja positif dan berkinerja Outoperform terhadap benchmark. Tahun 2021 ada 4 reksadana saham syariah berkinerja positif dan berkinerja Outoperform terhadap benchmark. Pada tahun 2022 ada 3 reksadana saham syariah yang memiliki kinerja positif dan berkinerja Outoperform terhadap benchmark. Untuk metode M2, pada tahun 2020 ada reksadana saham syariah yang berkinerja positif dan berkinerja Outoperform terhadap benchmark. Tahun 2021 ada 4 reksadana saham syariah yang berkinerja positif dan berkinerja Outoperform terhadap benchmark. Tahun 2022 ada 3 reksadana saham syariah yang berkinerja positif dan berkinerja Outoperform terhadap benchmark.
