Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar Pada Sekolah Menengah Kejuruan (Smk) Negeri 1 Minas Di Kecamatan Minas Kabupaten Siak
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Lancang Kuning
DOI
Abstract
Penelitian ini membahas tentang Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar Pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Minas di Kecamatan Minas Kabupaten Siak. Implementasi kebijakan adalah suatu metode untuk mewujudkan
suatu kebijakan ke dalam tindakan untuk mencapai tujuan tertentu. Merdeka Belajar merupakan pembelajaran yang dilakukan secara fleksibel oleh kepada sekolah, guru dan peserta didik untuk melaksanakan evaluasi program untuk berinovasi, belajar mandiri dan kreatif. Adapun fenomena yang ditemukan pada penelitian ini yaitu guru belum sepenuhnya memahami tentang pelaksanaan kebijakan merdeka belajar serta masih terdapatnya guru yang penempatannya tidak sesuai dengan background pendidikan yang dimiliki dengan mata pelajaran yang ada didalam kebijakan merdeka belajar. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan menganlisis bagaimana Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar Pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Minas di Kecamatan Minas Kabupaten Siak dan untuk mengetahui dan menganalisis apa saja faktor-faktor penghambat dalam Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar Pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Minas di Kecamatan Minas Kabupaten Siak. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori George C. Edwards III dalam buku Agustino (2014:150-154), konsep implementasi kebijakan yang digunakan terbagi empat yaitu, komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur organisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi secara langsung. Hasil dari penelitian ini adalah masih adanya penempatan guru yang tidak sesuai dengan background pendidikannya menyebabkan pelaksanaan kebijakan merdeka belajar menjadi kurang maksimal, serta masih kurangnya fasilitas seperti tempat praktek maupun alat penunjang praktek siswa untuk melaksanakan pembelajaran yang ada didalam kebijakan merdeka belajar.
