Literasi Baca Guru Di Smpn 1 Tualang

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Lancang Kuning

DOI

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran krusial guru dalam mengembangkan literasi sekolah, yang menuntut guru untuk memiliki kemampuan literasi baca yang komprehensif. Namun, fenomena di SMPN 1 Tualang menunjukkan bahwa tingkat kunjungan dan peminjaman buku oleh guru di perpustakaan masih tergolong rendah karena tingginya beban administrasi dan kesibukan mengajar, meskipun sekolah telah menjalankan program literasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mengidentifikasi, dan menganalisis secara mendalam praktik literasi baca guru di SMPN 1 Tualang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang guru dari latar belakang mata pelajaran yang berbeda (PAI, Bahasa Indonesia, IPA, Seni Budaya) serta pengelola perpustakaan. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi baca guru di SMPN 1 Tualang cukup dinamis dan terimplementasi dengan baik. Pertama, guru menggunakan ragam teks yang bervariasi (cetak maupun digital) sesuai dengan minat dan kebutuhan profesional mata pelajaran masing-masing. Kedua, pemanfaatan dan frekuensi peminjaman di perpustakaan bervariasi; sebagian guru aktif memanfaatkan buku fisik di perpustakaan, sementara sebagian lain (seperti guru IPA) lebih mengandalkan sumber jurnal digital. Ketiga, meskipun tidak ada program literasi formal yang khusus ditujukan untuk pendidik dari pihak sekolah, para guru secara mandiri memiliki inisiatif tinggi untuk mengintegrasikan kegiatan literasi ke dalam proses pembelajaran di kelas. Keempat, guru memiliki tingkat pemahaman informasi yang baik, mampu merangkum, menganalisis, dan mengevaluasi bacaan untuk ditransformasikan menjadi materi ajar. Kendala utama yang menghambat budaya literasi guru adalah keterbatasan waktu akibat beban kerja dan administrasi sekolah. Secara keseluruhan, guru memiliki kesadaran literasi yang kuat secara individu yang berdampak positif pada pembelajaran, meskipun optimalisasi pemanfaatan perpustakaan fisik masih perlu ditingkatkan.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By