Aktivitas Daya Hambat Beberapa Jenis Fungisida Terhadap Pertumbuhan Jamur Fusarium Oxysporum Secara In Vitro
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Lancang Kuning
DOI
Abstract
Fusarium sp. merupakan spesies yang merugikan dalam persemaian Akasia di Riau. Upaya perlindungan tanaman menjadi penting untuk menjaga keberlanjutan produktivitas bibit di persemaian Hutan Tanaman Industri (HTI).
Pengendalian terhadap patogensi Fusarium oxysporum pada tanaman Acacia crassicarpa sudah dilakukan menggunakan fungisida sintetis. Pemilihan jenis fungisida berbahan aktif mancozeb, tebuconazole, propineb dan benomyl
diketahui mampu menghambat pertumbuhan jamur Fusarium oxysporum secara in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas daya hambat beberapa jenis fungisida dan konsentrasi berbeda untuk menghambat
pertumbuhan jamur Fusarium oxysporum secara in vitro. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan menggunakan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama menggunakan 4 jenis fungisida: F1 (Fungisida Tridium), F2 (Fungisida Antracol), F3 (Fungisida Dhitane), dan F4 (Fungisida Benlox). Faktor kedua variasi konsentrasi: D1 (1700 ppm), D2 (2700 ppm), D3 (3700 ppm) dan D4 (4700 ppm). Total kombinasi perlakuan berjumlah 16, setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan total 48 petridish. Parameter yang diamati meliputi hari efektif pertumbuhan jamur Fusarium oxysporum, pertumbuhan diameter koloni, dan aktivitas daya hambat fungisida terhadap pertumbuhan jamur Fusarium oxysporum secara in vitro. Data hasil penelitian ini dianalisis menggunakan software IBM SPSS 27 melalui uji ANOVA (Ananlysis of Variance). Jika berpengaruh nyata (p< 0,05), dilakukan uji lanjut DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf 5% Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa aktivitas daya hambat fungisida terhadap pertumbuhan jamur Fusarium oxysporum secara in vitro dipengaruhi oleh jenis fungisida yang digunakan. Sementara konsentrasi pada pengujian ini tidak memberikan pengaruh yang nyata. Pada jenis fungisida yang diuji, perlakuan F1 (Tridium) dan F3 (Dhitane) merupakan fungisida yang direkomendasikan, karena memiliki bahan aktif multi-site dengan campuran campuran mancozeb, azoksistrobin dan tebuconazole. Konsentrasi yang direkomendasikan berdasarkan pengujian adalah D1 (1700 ppm). Sebab penggunaan konsentrasi yang rendah saja sudah memberikan pengaruh yang
sangat nyata terhadap kemampuan fungisida dalam menghambat pertumbuhan Fusarium oxysporum secara in vitro.
