Efektivitas Pemberian Ampas Kopi Dan Pupuk Hayati Cair Pada Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Buncis (Phaseolus Vulgaris L.)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Lancang Kuning
DOI
Abstract
Buncis merupakan sayuran bernilai gizi tinggi dengan permintaan pasar yang stabil. Namun, produksi buncis di Provinsi Riau mengalami penurunan, diduga karena jenis tanah dominan yaitu Podzolik Merah Kuning (PMK) yang
miskin bahan organik dan unsur hara. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi pemupukan yang ramah lingkungan seperti pemanfaatan ampas kopi dan pupuk hayati cair untuk memperbaiki kesuburan tanah dan meningkatkan hasil tanaman.
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui dan mendapatkan interaksi terbaik ampas kopi dan pupuk hayati cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman buncis Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan, dari Maret hingga Juni 2025, di Jalan Raya Pasir Putih, Purwosari, Gg. HK, Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu: dosis ampas kopi (0, 400, dan 800 g/tanaman) dan dosis pupuk hayati cair (0, 15, dan 30 ml/l/plot), dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi panjang daun, diameter batang, umur berbunga, jumlah polong per tanaman, berat polong, dan panjang polong. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi A2P2 (800 g ampas kopi dan 30 ml/l pupuk hayati cair) memberikan hasil terbaik pada panjang daun, sedangkan kombinasi A1P1 (400 g ampas kopi dan 15 ml/l pupuk hayati cair) memberikan jumlah, panjang, umur berbunga dan berat polong tertinggi. Meski demikian, hasil panen masih belum mencapai potensi varietas Maxipro secara maksimal. Kombinasi ampas kopi dan pupuk hayati cair memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan dan produksi buncis, meskipun diperlukan pengelolaan dosis dan dekomposisi bahan organik yang lebih optimal.
