Pengaruh Pemberian Limbah Padat Pabrik Kelapa Sawit Dan Pupuk Organik Cair Top G2 Terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Lancang Kuning
DOI
Abstract
Jagung manis merupakan tanaman palawija yang bisa dijadikan pengganti nasi sebagai sumber energi. Seperti namanya, jagung manis memiliki rasa yang manis dan dapat dijadikan sebagai salah satu solusi bagi masyarakat yang memiliki gaya hidup dengan mengkonsumsi gula rendah kalori. Permintaan akan jagung manis selalu mengalami peningkatan sehingga produksi juga harus ditingkatkan, seperti di Provinsi Riau khususnya di Kota Pekanbaru yang masalahnya jenis tanah yang didominasi oleh tanah Podzolik Merah Kuning (PMK) merupakan tanah yang memiliki pH yang rendah dan kejenuhan Al yang tinggi, kandungan bahan organiknya rendah. Oleh karena itu perlu adanya penambahan bahan amelioran untuk mengatasi permasalahan kesuburan tanah dan meningkatkan hasil budidaya yaitu dengan penambahan bahan organik seperti limbah padat pabrik kelapa sawit (solid) dan pupuk organik cair TOP G2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan mendapatkan interaksi terbaik pemberian limbah padat pabrik kelapa sawit dan POC TOP G2 terhadap pertumbuhan tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt). Penelitian dilaksanakan secara eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor yaitu S (limbah padat pabrik kelapa sawit), terdiri dari 3 taraf yaitu S0 (Tanpa pemberian limbah padat pabrik kelapa sawit), S1 (Pemberian limbah padat pabrik kelapa sawit 1 kg/plot) dan S2 (Pemberian limbah padat pabrik kelapa sawit 2 kg/plot) dan faktor A (POC TOP G2) terdiri dari 3 taraf yaitu A0 (Tanpa pemberian POC TOP G2), A1 (Pemberian POC TOP G2 4 cc/l) dan A2 (Pemberian POC TOP G2 8 cc/l), dengan masingmasing 3 ulangan. Jumlah satuan percobaan sebanyak 27 plot, setiap plot terdiri dari 4 tanaman dan yang dijadikan sebagai sampel yaitu 2 tanaman. Data yang diperoleh dianalisis ragam (Anova) jika Fhit ≥ Ftab 5% maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Pemberian limbah padat pabrik kelapa sawit dan pupuk organik cair TOP G2 interaksinya memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter tinggi tanaman, panjang daun dan jumlah daun, sedang parameter lebar daun berpengaruh tidak nyata, dengan kombinasi pemberian limbah padat pabrik kelapa sawit 2 kg/plot dan pupuk organik cair TOP G2 8 cc/l memberikan hasil terbaik dan tertinggi terhadap semua parameter pengamatan.
