Persepsi Anggota Kelompok Tani Hutan Sipang Jaya Terhadap Keberadaan Hutan Kemasyarakatan Sipang Jaya Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan Hulu
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Lancang Kuning
DOI
Abstract
Hutan adalah sumber daya alam penting bagi manusia, memberikan manfaat langsung maupun tidak langsung. Kesadaran akan pentingnya hutan dalam kehidupan manusia dapat memengaruhi upaya pengelolaan dan perlindungan hutan. Salah satu upaya pengelolaan hutan yang melibatkan masyarakat lokal adalah Hutan Kemasyarakatan (HKm). HKm merupakan hutan negara yang pemanfaatannya ditujukan untuk memberdayakan kelompok tani setempat. Pengelolaan hutan berbasis kelompok tani memungkinkan mereka menjadi pelaku utama dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan hutan. Di HKm Sipang Jaya, Kabupaten Rokan Hulu, terdapat luas areal hutan desa yang mencapai 1705 Ha. Aktivitas kelompok tani di HKm Sipang Jaya meliputi sumber daya alam nonkayu, pertanian, peternakan, perkebunan, dan lain-lain.” “Pentingnya memahami persepsi kelompok tani, seperti Kelompok Tani Sipang Jaya, terhadap pengelolaan hutan kemasyarakatan adalah untuk menganalisis makna ekologis, ekonomi, sosial, dan budaya terhadap pengelolaan hutan tersebut. Tujuan penelitian, memahami persepsi anggota kelompok tani Kecamatan Tandun terhadap adanya hutan kemasyarakatan, perencanaan dan pengorganisasian, serta pelaksanaan dan pengawasan dalam pengelolaan hutan kemasyarakatan. Dampak keberadaan hutan kemasyarakatan di Kecamatan Tandun ditinjau dari aspek ekologi, sosial, dan budaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei dengan pengambilan data sensus, di mana seluruh anggota kelompok populasi menjadi sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur.” “Proses analisis data melibatkan penelaahan menyeluruh terhadap data dari hasil kuesioner dan wawancara. Acuan Skala Likert 3 poin digunakan dalam kuesioner, dengan kategori jawaban Tidak Setuju, Setuju, dan Sangat Setuju. Skala ini dipilih karena dapat memberikan gambaran yang lebih akurat, tanpa adanya kategori jawaban yang meragukan. Selain itu, interval digunakan untuk mengukur nilai antara minimum dan maksimum data, sedangkan range digunakan untuk mengukur variasi atau keragaman dalam data yang diperoleh. Persepsi anggota kelompok tani terhadap Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Desa Tandun, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, menunjukkan penilaian tinggi terhadap keberadaan HKm, perencanaan dan pengorganisasian dalam pengelolaan HKm, serta pelaksanaan dan pengawasan kegiatan HKm. Dampak Hutan Kemasyarakatan di Desa Tandun terhadap masyarakat sekitar.” “Aspek ekologis pengelolaan HKm memberikan manfaat seperti konservasi air dan tanah, serta perbaikan mutu lingkungan. Aspek ekonomi hasil kebun dijual kepada pedagang dan warga sekitar, dengan penentuan harga oleh pedagang. Pasar hanya buka setiap Sabtu, menjadi momen penting dalam ekonomi desa. Aspek social terdapat kekhawatiran kelompok tani terhadap penggusuran lahan tradisional mereka. Faktor utama yang mereka perhatikan adalah pengakuan resmi terhadap hak Kelola. Aspek budaya kelompok tani mengembangkan teknik budidaya kebun campuran dan monokultur, yang mencakup tanaman kehutanan, pertanian, padi, dan buah-buahan.
