Kearifan Lokal Masyarakat Hutan Adat Imbo Putui Desa Petapahan Dalam Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu

dc.contributor.authorDepari, Sri Kancan Aljabarin
dc.date.accessioned2026-10-08T06:44:22Z
dc.date.issued2025
dc.description.abstractKearifan setempat yang dapat dipahami sebagai gagasan, nilai-nilai, pandangan-pandangan setempat yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik dan diikuti oleh anggota masyarakatnya. Kearifan lokal, khususnya dalam pemanfaatan hasil hutan, merupakan praktik yang telah lama dijalankan oleh masyarakat adat, seperti masyarakat adat Petapahan yang tinggal di sekitar Hutan Adat Imbo Putui. Masyarakat ini telah mengembangkan sistem pengelolaan hutan adat yang berkelanjutan, dengan memanfaatkan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan kearifan lokal masyarakat adat Petapahan dalam pemanfaatan HHBK, dengan harapan dapat memberikan informasi bagi masyarakat dan pemerintah daerah mengenai kearifan lokal masyarakat adat Petapahan dalam memanfaatkan hasil hutan bukan kayu dan jenis-jenis hasil hutan bukan kayu yang ada di Hutan Adat Imbo Putui sehingga keberadaannya dapat dikelola dengan baik dan lestari. Penelitian ini menggunakan data primer berupa hasil observasi di lapangan, wawancara mendalam dan pengisian kuisioner kepada masyarakat adat Petapahan untuk mendapatkan informasi penting terkait jenis HHBK yang dimanfaatkan oleh masyarakat adat Petapahan dan kearifan lokal yang ada di tengah masyarakat dalam mengelola dan memanfaatkan HHBK di Hutan Adat Imbo Putui. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam. Data yang disajikan oleh peneliti merupakan hasil dari observasi, wawancara, dan dokumentasi peneliti dengan masyarakat adat sekitar hutan dan pihak yang terkait. Analisis data yang diuraikan dalam bentuk narasi dihubungan dengan hasil wawancara agar apa yang dilihat, didengar dan didapat dari subjek penelitian dapat diuraikan secara rinci dan dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwa jenis HHBK yang dimanfaatkan oleh masyarakat Adat Petapahan adalah madu kelulut (Heterotrigona itama), pasak bumi (Eurycoma longifolia), rotan (Calamus rotang), tanaman senduduk (Melastoma malabathricum), sirih (Piper betle), bawang dayak (Eleutherine Sp.), jahe (Zingiber officinale), bambu (Bambusa sp), akar tuba (Derris elliptica), daun pandan (Pandanus odoratissimus) dan ikan air tawar. Beberapa jenis kearifan lokal dalam memanfaatkan HHBK yaitu pembuatan kerajinan tudung saji oleh perempuan adat, tradisi manubo dan larangan seperti berburu binatang serta larangan menebang pohon secara liar dan beberapa sanksi seperti memberi 50 sak semen bagi masyarakat yang menebang pohon sembarangan atau memotong kambing atau kerbau disesuaikan dengan kesalahan yang diperbuat.
dc.identifier.urihttps://repository.unilak.ac.id/handle/123456789/1062
dc.language.isoother
dc.publisherUniversitas Lancang Kuning
dc.subjectFORESTRY, AGRICULTURAL SCIENCES and LANDSCAPE PLANNING
dc.subjectHasil Hutan Bukan Kayu (HHBK)
dc.titleKearifan Lokal Masyarakat Hutan Adat Imbo Putui Desa Petapahan Dalam Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu
dc.typeThesis

Files

Original bundle

Now showing 1 - 2 of 2
Loading...
Thumbnail Image
Name:
1954251041_BAB-I_VI_DAFTAR-PUSTAKA.pdf
Size:
582.04 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
1954251041_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf
Size:
1,018.82 KB
Format:
Adobe Portable Document Format