Karakteristik Madu Apis Mellifera Dengan Pengurangan Kadar Air Menggunakan Metode Vakum
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Lancang Kuning
DOI
Abstract
Madu merupakan produk alami yang dihasilkan oleh lebah dari nektar bunga atau cairan manis dari tumbuhan yang banyak dicari orang. Kualitas madu dapat diukur dari berbagai variable, salah satunya adalah kadar air. Berdasarkan SNI 8664:2018 kadar air madu untuk lebah budidaya harus kurang dari 22%. Vakum evaporator biasanya hanya digunakan hanya untuk bahan yang bersifat cair contoh nya madu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kombinasi suhu dan waktu pemvakuman terhadap kualitas madu serta kombinasi suhu dan waktu pemvakuman yang terbaik. Penggunaan waktu dan suhu yang berbeda untuk pengurangan kadar air madu Apis mellifera dengan menggunakan sistem vakum akan menghasilkan madu dengan kualitas yang lebih baik. Dalam penelitian ini madu Apis mellifera dilakukan pengujian kualitasnya dan dilakukan pengurangan kadar air dengan menggunakan vakum evaporator. Data waktu dan suhu terbaik untuk pengurangan kadar air madu diharapkan bermanfaat bagi produsen dan konsumen madu. Metode dalam penelitian ini adalah dengan dimasukkan-nya 10 kg madu kedalam alat vakum untuk sekali perlakuan. Selanjutnya madu akan dinilai kualitasnya untuk masing-masing perlakuan yang terdiri dari variable kadar air, gula total, aktivitas enzim diastase, hidroximetilfurfural (HMF), dan kadar abu. Pengujian setiap variable
kualitas dilakukan tiga kali pengulangan. Pengurangan kadar air madu dilakukan dengan 3 macam perlakuan yaitu kontrol, suhu 50 0C dengan waktu 8 jam dan suhu 400C dengan waktu 10 jam. Data yang diperoleh pada penelitian ini diolah menggunakan analisis sidik ragam ANOVA menggunakan SPSS versi 17 kriteria pengambilan keputusan yaitu jika nilai sig _> 0,05 maka H0 diterima, jika nilai sig _< 0,005 maka H1 diterima, dan jika H1 diterima maka dilakukan uji lanjut Ducan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5% untuk melakukan perlakuan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi dari suhu dan waktu pemvakuman berpengaruh terhadap ( Gula total, Aktivitas Enzim Diastase, Hidroximetilfurfural (HMF) ), namun tidak berpengaruh terhadap Kadar Air dan Kadar Abu. Dan kombinasi suhu dan waktu pemvakuman terbaik terhadap kadar air adalah suhu 500C ( 8 jam ) yaitu 21,27, terhadap gula total waktu dan suhu terbaik adalah waktu 10 jam dan suhu 400C yaitu 71,67 % Brix, terhadap kadar abu waktu dan suhu terbaik adalah di waktu 8 jam dan suhu 500C yaitu 0,27 %, terhadap aktivitas enzim diastase waktu dan suhu terbaik adalah waktu 8 jam suhu 500C yaitu 3,15, dan terhadap Hidroximetilfurfural (HMF) waktu dan suhu terbaik adalah diwaktu 8 jam dan suhu 500C yaitu 0,15.
