Nilai Ekonomi Ekosistem Hutan Mangrove Di Kelurahan Basilam Baru Dan Pelintung Dumai

dc.contributor.authorAdiyaningsih, Riski Wahyu
dc.date.accessioned2026-09-11T04:13:05Z
dc.date.issued2024
dc.description.abstractProvinsi Riau memiliki luasan hutan mengrove di riau mencapai 224.895 Ha, dengan luasan hutan mangrove yang berada Dumai mencapai 3.477 Ha. Sungai sembilan merupakan salah satu wilayah industri dan wilayah pesisir yang berada di Kota Dumai, Provinsi Riau. Kelurahan Basilam Baru, yang berada di Kecamatan Sungai Sembilan. Memiliki area hutan mangrove alami yang membentang di sepanjang garis pantainya. Tergolong sebagai kawasan yang alami dan terpelihara. Aktivitas yang merusak hutan mangrove di kawasan ini masih sangat jarang terjadi karena masyarakat setempat berkomitmen untuk menjaga keaslian hutan tersebut. Kelurahan Pelintung adalah salah satu wilayah administratif yang berada di wilayah Medang Kampai, Kota Dumai. Di kawasan ini, berbagai aktivitas yang merusak ekosistem masih ditemukan, termasuk adanya pelabuhan-pelabuhan tikus dan perusahaan-perusahaan besar. Aktivitas tersebut berpotensi mempengaruhi ekonomi ekosistem di daerah tersebut. Saat ini, kesulitan dalam administrasi vegetasi mangrove bersumber dari ketidaktahuan instansi pemerintah dan kelompok sosial terhadap manfaat ekonomi ekosistem. Tujuan Penelitian ini adalah 1).untuk menganalisis nilai ekonomi dalam ekosistem mangrove, 2). merinci manfaat, baik manfaat langsung dan tidak langsung dari ekosistem hutan mangrove di Kelurahan Basilam Baru dan Pelintung. Penelitian dilaksanakan di kawasan Hutan Mangrove Kelurahan Basilam Baru dan Pelintung Kota Dumai. Data yang dikumpulkan berupa data primer seperti kuesioner berupa nilai manfaat langsung meliputi penjumlahan ikan, kepiting, udang serta jumlah kebutuhan air bersih, serta kesediaan membayar atas jasa yang sudah di tawarkan mangrove, dan data sekunder seperti manfaat tidak langsung seperti estimasi perkiraan biaya jika dilakukan pembangungan beton di sepanjang garis pantai . Jumlah responden menggunakan metode nonprobability menggunakan Purposive sampling maka didapatkan 67 Responden. Hasil penelitian menunjukan rentang umur responden berkisar antara 27 -63 Tahun. Dimana tingkat pendidikan rata-rata masyarakat SD,SMP dan SMA. Dengan ratarata penghasilan berkisar Rp.500.000 - Rp.1.500.000. Perhitungan nilai manfaat langsung dari Kelurahan Basilam Baru yang dikaitkan dengan manfaatkan tangkapan seperti tangkapan ikan, tangkapan udang, dan tangkapan kepiting dan kayu bakar sebesar Rp 997.596.000, sedangkan manfaat tidak langsung diperoleh Rp 13.166.145.564. Nilai ekonomi Kelurahan Pelintung sedangkan Manfaat langsung Rp 1.027.152.000sedangkan manfaat tidak langsung ekosistem mangrove di Kelurahan Pelintung Rp 6.737.077.608.
dc.identifier.urihttps://repository.unilak.ac.id/handle/123456789/616
dc.language.isoother
dc.publisherUniversitas Lancang Kuning
dc.subjectFORESTRY, AGRICULTURAL SCIENCES and LANDSCAPE PLANNING
dc.subjectProvinsi Riau
dc.subjectmangrove
dc.titleNilai Ekonomi Ekosistem Hutan Mangrove Di Kelurahan Basilam Baru Dan Pelintung Dumai
dc.typeThesis

Files

Original bundle

Now showing 1 - 2 of 2
Loading...
Thumbnail Image
Name:
2054251032_BAB-I_VI_DAFTAR-PUSTAKA.pdf
Size:
837.5 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
2054251032_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf
Size:
327.16 KB
Format:
Adobe Portable Document Format