Keanekaragaman Jenis Burung Di Cagar Alam Rimbo Panti
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Lancang Kuning
DOI
Abstract
Burung memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan merupakan salah satu kekayaan fauna Indonesia. Namun, keberadaannya semakin terancam akibat kerusakan dan penyusutan habitat yang disebabkan oleh aktivitas manusia seperti pembukaan lahan, pembangunan, perladangan, penebangan kayu, perburuan, dan peningkatan jumlah penduduk. Aktivitas tersebut secara langsung mengurangi luas habitat dan berpotensi menyebabkan kepunahan berbagai jenis burung. Adapun Tujuan dari dilakukannya penelitian ini yaitu untuk menganalisis dan mengidentifikasi keanekaragaman jenis burung di Cagar Alam Rimbo Panti. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi. Observasi adalah proses pengumpulan data, pengamatan langsung terhadap sesuatu, kemudian secara sistematis mencatat informasi yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman tertinggi
terdapat di Wilayah Bukit dengan nilai 1,90, sedangkan terendah di Wilayah Rawa sebesar 1,28. Nilai kemerataan jenis sebesar 0,749, menandakan penyebaran spesies tergolong stabil. Kekayaan jenis (R) tertinggi juga terdapat di Wilayah
Bukit dengan nilai 1,523, dan terendah di Wilayah Rawa 1,354, dengan total keseluruhan 2,466. Indeks kesamaan jenis antara kedua wilayah sebesar 24%, menunjukkan tingkat kesamaan yang rendah. Nilai Penting (INP) tertinggi dimiliki
oleh burung Raja Udang (Alcedo atthis) sebesar 42%, sedangkan terendah oleh burung Kacer dan Ruak masing-masing 2%. Jenis dengan frekuensi relatif tertinggi adalah burung Murai Batu (Copsychus malabaricus) sebesar 13,79%, dan terendah Kacer serta Merbah Corok sebesar 1,72%. Berdasarkan tingkat pertemuan, ditemukan empat kategori yaitu jarang, sering, umum, dan tidak umum. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Cagar Alam Rimbo
Panti masih memiliki tingkat keanekaragaman burung yang relatif baik, dengan indeks keanekaragaman total sebesar 2,21. Wilayah Bukit memiliki nilai keanekaragaman, kekayaan, dan sebaran jenis burung yang lebih tinggi dibandingkan Wilayah Rawa. Rendahnya kesamaan jenis antarwilayah menunjukkan adanya perbedaan karakteristik habitat yang memengaruhi penyebaran burung. Jenis Raja Udang (Alcedo atthis) merupakan spesies yang paling dominan berdasarkan nilai penting, sedangkan Murai Batu (Copsychus malabaricus) memiliki frekuensi pertemuan tertinggi.
