Interaksi Dolomit Dan Sp-36 Terhadap Pertumbuhan Dan Peroduksi Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merrill)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Lancang Kuning
DOI
Abstract
Kedelai (Glycine max L. Merrill ) adalah salah satu tanaman polongpolongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan di Asia Timur seperti kecap, tahu, dan tempe. Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati yang penting mengingat kualitas asam aminonya yang tinggi, seimbang dan lengkap untuk kesehatan tubuh manusia. Pemanfaatan utama pada tanaman kedelai adalah biji. Biji kedelai sangat kaya protein dan lemak serta beberapa bahan gizi penting lain, misalnya vitamin (asam folat) dan lesitin. Dibandingkan dengan protein hewani, protein yang berasal dari kedelai lebih murah sehingga lebih terjangkau oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan mendapatkan interaksi dolomit dan SP-36 terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai (Glycine max L. Merrill). Penelitian dilaksanakan secara eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, yang terdiri dari dua factor yaitu D (Dolomit) , terdiri dari 3 taraf , dan faktor S (SP-36) terdiri dari 3 taraf dan masing-masing ada 3 ulangan. Jumlah satuan percobaan sebanyak 27 plot, setiap plot terdiri dari 9 tanaman dan 4 tanaman sebagai sampel. Adapun taraf perlakuan adalah faktor D0 tanpa pemberian Dolomit, D1 pemberian 25 g/plot, D2 pemberian Dolomit 50 g/plot. Faktor S0 tanpa pemberian SP-36, S1 pemberian SP-36, 7 g/tanaman, S2 pemberian SP-36 14 g/tanaman. Berdasarkan penelitian yang dilakukan interaksi Dolomit dan SP-36 berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah polong pertanaman, bobot panen polong, bobot biji kering, bobot 100 biji kering dan volume akar. Dengan perlakuan terbaik yaitu pada perlakuan D2S2 dengan pemberian Dolomit 50 g/plot dan SP-36 14 g/tanaman.
