Kinerja Persimpangan (Studi Kasus: Persimpangan Jl. Delima – Jl. Srikandi – Jl. Lobak – Jl. Melati Indah)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Lancang Kuning
DOI
Abstract
Berdasarkan pengamatan dilapangan kondisi lalu lintas pada persimpang Jl. Delima –Jl. Srikandi – Jalan Lobak – Jl Melati Indah ini ramai. Terutama pada sore hari karna pada waktu tersebut masyarakat banyak melalukan aktivitas, seperti anak-anak pulang sekolah, masyarakat pulang kerja sehingga menimbulkan kepadatan lalu lintas. Persimpangan tersebut memakai fase 4 dimana waktu lampu merah berdurasi 100 detik, lampu kuning berdurasi 5 detik dan lampu hijau berdurasi 20 detik. Permasalahan lainya berada dijalan Lobak yang mana lajur jalan tersebut merupakan daerah pendakian dan penurunan yang membuat kendaraan bermotor sering kali nginjak rem waktu traffic light berwarna merah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja persimpangan jl. Delima, jl. Srikandi, Jl. Lobak dan jl. Melati Indah pada kondisi eksisting dan memberikan rekomendasi perbaikan waktu siklussimpang empat. Metode yang digunakan untuk analisis kinerja lalu lintas simpang dengan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2023). Data primer pada penelitian ini adalah volume lalu lintas, kondisi geometrik simpang, dan waktu siklus. Sedangkan data sekunder pada penelitian ini adalah data jumlah penduduk, data jumlah pertumbuhan kendaraan. Pengambilan data dilakukan 3 hari. Senin, rabu, dan sabtu. Hasil analisis yang didapat pada penelitian ini adalah aruslalu lintas(Q) tertinngi terjadi dijalan Delima dimana nilai (Q) 1088, kapasitas (C) tertinggi terjadi dijalan Lobak nilai (C) nya 1088 smp/jam dan nilai kapasitas (C) terendahnya dijalan Delima yaitu 712 smp/jam, dan derajat kejenuhan (Dj), panjang antrian (PA) serta tundaan (T) tertinggi terdapat dijalan Delima, nilai derajat kejenuhannya (Dj) 1,53 panjang antrian (PA) 598 m dan tundaan (T) 239,8 smp/det, sedangkan derajat kejenuhan (Dj), panjang antrian (PA), serta tundaan (T) terendah didapat dijalan Lobak dimana derajat kejenuhannya (Dj) 0,96, panjang antriannya (PA) 277 m dan tundaannya (T) 64,5 smp/det. Hal ini menunjukan bahwa volume lalu lintas pada simpang yang bersangkutan dikategorikan pada tingkat pelayanan F dengan karakteristik arus seret, antrian panjang, hambatan yang terjadi besar sehingga perlu dilakukan pelebaran jalan dan pengaturan fase sinyal lampu lalu lintas pada masing-masing ruas jalan dan untuk lalu lintas sendiri masih terdapat beberapa tundaan sehingga perlu adanya pemeliharaan waktu siklus.
