Analisis Perbandingan Prediksi Kebangkrutan Dengan Metode Altman Z- Score, Grover, Springate Dan Zmijewski Pada Perusahaan Property Dan Real Estate Di Bursa Efek Indonesia.
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Lancang Kuning
DOI
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis prediksi kebangkrutan perusahaan sector property dan real estate yang terdafatar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2023 dengan menggunakan metode Altman Z-Score, Grover, Springate dan Zmijewski. Analisis dilakukan terhadap 10 perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2023 yaitu PT Makmur Berkah Amanda Tbk, PT Andalan Sakti Primaindo Tbk, PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk, PT Diamond Citra Propertindo Tbk, PT Grand House Mulia Tbk, PT Royalindo Investa Wijaya Tbk, PT Karya Bersama Anugrah Tbk, PT Puri Global Sukses Tbk, PT Rockfields Properti Indonesia Tbk, PT Perintis Triniti Properti Tbk.Teknik analisis dalam penelitian ini adalah menggunakan metode Altman Z-Score menggunakan 4 rasio, Grover menggunakan 3 rasio, springate menggunakan 4 rasio, dan Zmijewski menggunakan 3 rasio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perusahaan properti dan real estate yang masuk ke dalam indeks IDXPROPERT menunjukkan kecenderungan sehat karena rata-rata 3 dari 4 metode prediksi kebangkrutan menunjukkan kondisi yang sehat. Sehatnya laporan keuangan yang dimiliki oleh perusahaan properti dan real estate walaupun diterpa pandemi Covid-19 disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah tingginya modal kerja yang dimiliki oleh perusahaan, adanya pendapatan berulang (recurring income) yang cukup besar di dalam portofolio pendapatan perusahaan, utang yang dikelola dengan baik yang tercermin dari Debt to Equity ratio dan rasio lancar, serta arus kas yang positif dari aktivitas operasional bisnis yang artinya perusahaan benar-benar menghasilkan kas yang dapat digunakan untuk bertahan di masa pandemi Covid-19. Berbeda dengan hasil metode prediksi kebangkrutan Springate dari keempat metode prediksi kebangkrutan lainnya disebabkan karena penggunaan rasio perputaran aset yang tidak cocok diterapkan di perusahaan properti dan real estate dan rasio ini biasanya digunakan untuk perusahaan-perusahaan manufaktur.
