Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Kepuasan Pasien Non-Bpjs Di Rsud Arifin Achmad Pekanbaru
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Lancang Kuning
DOI
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bauran pemasaran jasa (7P) yang terdiri dari Product, Price, Place, Promotion, People, Process, dan Physical Evidence terhadap kepuasan pasien non-BPJS di RSUD Arifin Achmad
Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh pasien non-BPJS RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden yang ditentukan
menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang disusun berdasarkan indikator masing-masing variabel dan diukur menggunakan skala Likert. Teknik analisis data meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel Product, Price, Place, Promotion, Process, dan Physical Evidence berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien non-BPJS, sedangkan variabel People tidak berpengaruh signifikan. Hal ini dibuktikan oleh nilai signifikansi masing-masing variabel yang lebih kecil dari 0,05, kecuali variabel People dengan nilai signifikansi sebesar 0,095. Hasil uji simultan menunjukkan bahwa seluruh variabel bauran pemasaran jasa (7P) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien non-BPJS dengan nilai F-hitung sebesar 12,365 dan tingkat signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (Adjusted R²) sebesar 0,446 menunjukkan bahwa bauran pemasaran jasa mampu menjelaskan 44,6% variasi kepuasan pasien non-BPJS, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kepuasan pasien non-BPJS di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dipengaruhi oleh keterpaduan elemen bauran pemasaran jasa, terutama kualitas layanan, kewajaran biaya, kemudahan akses pelayanan, efisiensi proses, dan kondisi fasilitas fisik rumah sakit.
