Kajian Perubahan Tutupan Lahan Dengan Menggunakan Teknik Penginderaan Jarak Jauh Multi-Temporal Di Kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Lancang Kuning
DOI
Abstract
Lahan adalah komponen fundamental dari suatu situs yang dipandang berkaitan dengan berbagai kualitas alam, termasuk iklim, geologi, tanah, medan, hidrologi, dan biologi (Sasmitha & Nurlina, 2010). Peningkatan atau pengurangan
luas dan fungsinya dari waktu ke waktu, yang menunjukkan perubahan dari satu bentuk tutupan lahan ke bentuk lainnya, dikenal sebagai perubahan tutupan lahan (Pribadi et al., 2006). (Nugraheni & Swasto, 2020) dalam buku statistik lingkungan hidup dan kehutanan tahun 2018 menyatakan, deforestasi terus mengalami peningkatan dari tahun 2009-2015. Total deforestasi paling tinggi di Indonesia tejadi pada tahun 2014-2015 seluas 1,09 juta hektar dan deforestasi terbesar terjadi di kawasan hutan yaitu 815,6 ribu hektar atau 74,7 persen. Dalam menganalisis perubahan tutupan lahan yang luas pada Taman Nasional Bukit Tiga Puluh dapat menggunakan teknik penginderaan jauh. Data penginderaan jauh adalah data hasil perekaman obyek dengan menggunakan sensor buatan. Dalam pengumpulan data pada penelitian ini, peneliti mengunduh langsung citra satelit Sentinel-2 multi-temporal tahun perekaman 2018, 2021 dan 2023 yang didapatkan secara mudah dan gratis melalui laman https://scihub.copernicus.eu/. Pada penelitian ini observasi dilakukan untuk mengetahui, mencatat dan mendokumentasikan gejala-gejala perubahan tutupan lahan yang ada di lapangan (Taman Nasional Bukit Tiga Puluh). Lokasi yang digunakan untuk ground check harus mewakili setiap kelas tutupan di wilayah riset. Ground check dilakukan dengan tujuan untuk memverifikasi kebenaran hasil pengelompokan kelas berdasarkan pengolahan citra. Data Ground check dicatat pada tally sheet ground check. Selama periode 2018-2023 kelas hutan mengalami penurunan yang disebabkan perubahan kelas hutan menjadi semak belukar, lahan terbuka,
permukiman, pekebunan seluas 123768.80 ha, menjadi lahan terbuka seluas 543.20 ha dan menjadi semak belukar seluas 2526.58 ha, permukiman 67.79 ha, Perkebunan 4263.75 ha. Perubahan terhadap hutan juga dipengaruhi oleh awan dan bayangan awan dengan masing-masing seluas 864.69 ha dan 530.43 ha. Total luas keseluruhan perubahan hutan sebesar 8692.93 ha atau 6.00%. Secara keseluruhan, setiap zona memiliki semua kelas tutupan lahan pada kawasannya masing-masing. Berdasarkan peruntukan dan kegiatan-kegiatan yang boleh dilakukan pada masing-masing zona, maka zona yang tidak sesuai terhadap tutupan lahan adalah zona inti, zona rimba, zona pemanfaatan, dan zona rehabilitasi.
