Interaksi Mulsa Organik Dan Konsentrasi Pupuk Cair Limbah Sayuran Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium Cepa L)

dc.contributor.authorHayati, Maysyarah
dc.date.accessioned2026-07-20T02:35:04Z
dc.date.issued2025
dc.description.abstractTanaman bawang merah merupakan komoditas sayuran yang penting karena mengandung gizi yang tinggi, bahan baku untuk obat obat-obatan, dan sebagai pelengkap bumbu masak, serta memiliki banyak vitamin dan berperan sebagai aktivator enzim di dalam tubuh. Setiap 100 g bawang merah mengandung 39 kalori, 150 mg protein, 0,30 g lemak, 9,20 g karbohidrat, 200mg vitamin C, 36 mg kalsium, 40 mg fosfor dan 20g air (Napitupulu dan Winarto, 2009). Mulsa organik berasal dari sisa-sisa tanaman seperti jerami padi, batang dan daun jagung, alang- alang, pelepah piśang, rumput-rumputan, dan lain-lain. Mulsa Alang-alang (Imperata cylindrica) berguna menjaga kelembaban tanah serta menekan pertumbuhan gulma dan penyakit. Jerami padi merupakan sumber bahan organik yang berasal dari sisa hasil tanaman padi yang ketersediaannya cukup melimpah pada musim panen. Jerami padi menganduk unsur hara N 40 %, P 30-35 %, K 80- 85 %, dan S 40-45% yang dapat membantu proses pertumbuhan tanaman. Limbah organik sayur memiliki kandungan air yang tinggi, karbohidrat, protein dan lemak serta mengandung serat, fosfor besi, kalium, kalsium, vitamin A, vitamin C dan vitamin K. Semua unsur tersebut mempunyai fungsi yang bisa membantu dalam proses pertumbuhan dan perkembangbiakan tanaman, meningkatkan kesuburan tanah dan mengurangi pemakaian pupuk kimia yang dapat merusak ekosistem tanah. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu M (Mulsa Organik), terdiri dari 3 taraf, dan faktor S (POC Limbah Sayuran) terdiri dari 3 taraf, masing-masing taraf 3 ulangan, sehingga terdapat 27 plot percobaan, tiap plot terdiri dari 9 tanaman dan 3 tanaman dijadikan sampel, sehingga jumlah keseluruhan tanaman adalah 27 × 9 = 243 tanaman + 10 % tanaman pinggiran. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa adanya interaksi mulsa organik dan konsentrasi pupuk cair limbah sayuran terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah (Allium cepa L) berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi per rumpun, bobot segar umbi per rumpun dan diameter umbi. Perlakuan terbaik pemberian mulsa organik jerami 1 kg/plot dan pupuk cair limbah sayuran 200 ml/l/plot.
dc.identifier.urihttps://repository.unilak.ac.id/handle/123456789/203
dc.language.isoother
dc.publisherUniversitas Lancang Kuning
dc.subjectFORESTRY, AGRICULTURAL SCIENCES and LANDSCAPE PLANNING
dc.subjectTanaman bawang merah
dc.subjectRancangan Acak Lengkap (RAL)
dc.subjectM (Mulsa Organik)
dc.titleInteraksi Mulsa Organik Dan Konsentrasi Pupuk Cair Limbah Sayuran Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium Cepa L)
dc.typeThesis

Files

Original bundle

Now showing 1 - 2 of 2
Loading...
Thumbnail Image
Name:
2054211047_BAB-I_V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf
Size:
555.34 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
2054211047_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf
Size:
450.92 KB
Format:
Adobe Portable Document Format