Pemanfaatan Limbah Gypsum Dan Abu Batok Kelapa Sebagai Bahan Stabilisasi Tanah Lempung Terhadap Nilai Kuat Tekan Bebas

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Lancang Kuning

DOI

Abstract

Tanah memegang peranan yang sangat krusial dalam dunia konstruksi, khususnyanuntuk pembangunan jalan raya. Setiap jenis tanah memiliki karakteristik tersendiri, tetapi tidak semuanya sesuai digunakan untuk fondasi awal konstruksi. Tanah dengan kondisi yang stabil dibutuhkan agar dapat menopang beban struktur di atasnya. Umumnya, jenis tanah yang banyak dimanfaatkan sebagai material timbunan adalah tanah kohesif seperti lempung. Kemajuan teknologi memungkinkan adanya metode stabilisasi tanah dengan mencampurkan lempung dengan bahan tambahan seperti gypsum dan abu batok kelapa. Gypsum mengandung beberapa unsur kimia, antara lain kalsium oksida (CaO), air (H₂O), hidrogen (H), kalsium (Ca), dan sulfur (S), yang dapat meningkatkan kekuatan tekan bebas tanah lempung. Dalam penelitian ini diterapkan metode eksperimental laboratorium dengan perbandingan campuran gypsum pada tingkat 5%, 10%, 15%, dan 20%, serta tambahan abu batok kelapa sebesar 10%. Spesimen tanah diambil dari Jalan Padat Karya, Kelurahan Umban Sari, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau, dan dibiarkan selama 7 hari sesuai Spesifikasi Umum Bina Marga (2018). Pengujian meliputi berat jenis, Atterberg limit, serta kuat tekan bebas. Hasil uji yang diperoleh yaitu penambahan gypsum dan abu batok kelapa mengoptimalkan nilai kuat tekan bebas tanah dari 1,49 kg/cm² menjadi 2,52 kg/cm². Nilai tersebut menandakan tanah lempung berada dalam kategori sangat kaku. Dengan demikian, pencampuran kedua bahan tersebut efektif meningkatkan kekuatan tanah lempung.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By