Analisis Pengelolaan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (Khdtk) Kepau Jaya Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Lancang Kuning
DOI
Abstract
Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) adalah instrumen penting untuk pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia untuk keperluan penelitian, pendidikan, pelatihan, serta religi dan budaya tanpa mengubah fungsi
pokok hutan. Namun, pengelolaan KHDTK, termasuk KHDTK Kepau Jaya seluas 1.027 ha di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, masih menghadapi berbagai tantangan serius seperti konflik kepentingan, perambahan liar, alih fungsi lahan,
dan sertifikasi ilegal, yang diperparah oleh ketidakpastian hukum, penegakan hukum yang lemah, perizinan yang tidak terkoordinasi, dan meningkatnya permintaan global akan lahan. Permasalahan ini menunjukkan adanya
kesenjangan antara amanat undang-undang dan implementasi di lapangan, sehingga memerlukan analisis mendalam terhadap pelaksanaan pengelolaan KHDTK Kepau Jaya, khususnya terkait faktor sosial dan ekonomi masyarakat
setempat. Dalam mengidentifikasi implementasi kebijakan dan menyusun strategi alternatif kebijakan pengelolaan KHDTK Kepau Jaya, maka dilakukan pengambilan data primer dan sekunder tentang bentuk kebijakan pengelolaan
KHDTK Kepau Jaya dan keadaan ekonomi dan sosial budaya masyarakat setempat. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara kepada pengelola KHDTK Kepau Jaya. tokoh masyarakat setempat, observasi, dan kuisioner kepada
anggota kelompok tani. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Analisis data dilakukan untuk mengidentifikasi implementasi kebijakan pengelolaan di KHDTK Kepau Jaya dan memberikan rekomendasi alternatif
kebijakan pengelolaan hutan di KHDTK Kepau Jaya menggunakan metode K & I FWI dan analisis kebijakan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Analisis data yang diuraikan dalam bentuk narasi dihubungkan dengan
hasil wawancara agar apa yang dilihat, didengar dan didapat dari subjek penelitian dapat diuraikan secara rinci dan dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Berdasarkan hasil penelitian pengelolaan KHDTK Kepau Jaya mendapat
skor 2,22 (sedang) yang yang mengindikasikan bahwa efektivitas pengelolaan KHDTK Kepau Jaya masih perlu ditingkatkan. Pengelola KHDTK Kepau Jaya telah melakukan beberapa tahapan kegiatan meliputi perencanaan, pelaksanaan,
pembinaan, pengawasan, dan pengendalian pengelolaan KHDTK Kepau Jaya. Terdapat tiga kriteria yang memiliki nilai indeks tertinggi yaitu kriteria pengawasan dengan nilai indeks sebesar 2,29 , pelaksanaan dan pembinaan dan
yang masing-masing kriterianya memiliki nilai indeks sebesar 2,25, sedangkan kriteria pengendalian memiliki nilai indeks sebesar 2,17 dan kriteria perencanaan memiliki nilai indeks sebesar 2,13. Nilai-nilai ini memberikan gambaran umum
tentang kekuatan dan area yang mungkin memerlukan perbaikan dalam pengelolaan KHDTK Kepau Jaya. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dapat diperoleh kesimpulan bahwa berdasarkan tujuan, nilai terbesar adalah untuk keberlanjutan ekonomi sebesar 54%. Untuk sasarannya, dari banyaknya kriteria yang ada diketahui bahwa pada tujuan keberlanjutan sosial budaya sasaran tertinggi ada pada kriteria pelestarian budaya dan adat dengan nilai sebesar 44,3%, pada tujuan keberlanjutan ekonomi sasaran tertinggi ada pada kriteria pemberdayaan masyarakat kerja sebesar 37,2%. Adapun strategi atau alternatif yang paling diinginkan oleh masyarakat adalah menggunakan model agroforestri dengan nilai yang didapatkan sebesar 26,8%. Melalui strategi agroforestri, pengelolaan KHDTK Kepau Jaya dapat memperoleh manfaat sesuai dengan tujuan yaitu keberlanjutan ekonomi bagi masyarakat sekitar KHDTK Kepau Jaya.
