Students’ Experiences In Using Gpt Ai For Intercultural Communicative Competence (Icc) Course At Universitas Lancang Kuning

dc.contributor.authorAmnah, Rashipa
dc.date.accessioned2026-07-13T06:23:18Z
dc.date.issued2026
dc.description.abstractPenerapan kecerdasan buatan berbasis GPT dalam pendidikan tinggi menimbulkan perhatian terhadap bagaimana teknologi ini memengaruhi pembelajaran lintas budaya mahasiswa, khususnya dalam pengembangan Intercultural Communicative Competence (ICC). Meskipun penggunaan GPT-AI dalam pembelajaran bahasa semakin meningkat, penelitian yang mengkaji pengalaman langsung mahasiswa masih terbatas, terutama dalam konteks pendidikan tinggi di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman mahasiswa dalam menggunakan GPT-AI sebagai mitra pembelajaran pada mata kuliah Intercultural Communicative Competence (ICC) di Universitas Lancang Kuning. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur terhadap lima mahasiswa yang mengikuti mata kuliah ICC. Analisis data dilakukan secara tematik berdasarkan enam tahapan yang dikemukakan oleh Braun dan Clarke (2006), dengan landasan teori Intercultural Communicative Competence dari Byram (1997; 2021) serta kerangka TechnologyEnhanced Learning dan Educational AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memandang GPT-AI bukan sekadar sebagai alat teknologi, melainkan sebagai mitra pembelajaran yang reflektif dan kolaboratif yang mendukung pemahaman lintas budaya. Lima tema utama muncul, yaitu: pola penggunaan GPTAI dalam pembelajaran budaya, kenyamanan dan partisipasi positif, keterbukaan dan empati terhadap keberagaman budaya, kemampuan berpikir kritis dan kesadaran budaya digital, serta GPT-AI sebagai mitra pembelajaran kolaboratif. Di antara kelima tema tersebut, tema yang paling dominan adalah GPT-AI sebagai mitra pembelajaran kolaboratif, karena mahasiswa secara konsisten menggambarkan GPT-AI sebagai rekan dialog yang membantu pengembangan ide, refleksi lintas budaya, serta kemandirian belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa GPT-AI berkontribusi dalam pengembangan ICC mahasiswa pada ranah kognitif, emosional, dan reflektif melalui peningkatan empati, kesadaran budaya kritis, dan otonomi belajar. Sebagai simpulan, penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan GPT-AI dalam pembelajaran ICC berpotensi mentransformasi pendidikan lintas budaya di pendidikan tinggi agar menjadi lebih reflektif, etis, dan berpusat pada manusia, apabila digunakan secara kritis dan bertanggung jawab.
dc.identifier.urihttps://repository.unilak.ac.id/handle/123456789/158
dc.language.isoother
dc.publisherUniversitas Lancang Kuning
dc.subjectHUMANITIES and RELIGION::Languages and linguistics::Other Germanic languages::English language
dc.subjectGPT-AI
dc.subjectKompetensi Komunikasi Antarbudaya
dc.subjectPengalaman Mahasiswa
dc.subjectMitra Pembelajaran Kolaboratif
dc.subjectPembelajaran Berbasis Teknologi
dc.subjectRefleksi Antarbudaya
dc.titleStudents’ Experiences In Using Gpt Ai For Intercultural Communicative Competence (Icc) Course At Universitas Lancang Kuning
dc.typeThesis

Files

Original bundle

Now showing 1 - 2 of 2
Loading...
Thumbnail Image
Name:
2288203035_BAB-I_V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf
Size:
902.86 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
2288203035_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf
Size:
362.47 KB
Format:
Adobe Portable Document Format