Studi Eksperimental Campuran Ac – Wc Menggunakan Aspal Modifikasi Karet Alam Dengan Variasi Suhu Pemadatan Terhadap Nilai Durabilitas
Universitas Lancang Kuning
Perubahan temperatur aspal dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan deformasi dan retak pada aspal sehingga diperlukan nya suhu temperatur yang sesuai untuk mencegah terjadi nya kerusakan saat di lapangan. Durabilitas ialah ketahanan aspal terhadap perubahan temperatur, cuaca, air dan udara, aspal dengan durabilitas yang buruk akan menyebabkan permukaan aspal menjadi mudah rusak serta permukaan bisa mengalami deformasi sehingga membuat aspal menjadi bergelombang dan membahayakan aktivitas berkendara, durabilitas yang buruk juga mengakibatkan berkurang nya umur rencana jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai durabilitas aspal karet alam dengan menggunakan variasi suhu pemadatan 100℃, 100℃, 110℃, 120℃, 130℃ dan 140℃. Penelitian dimulai dengan pemeriksaan propertis agregat dan propertis aspal kemudian dilanjutkan dengan membuat benda uji untuk menentukan kadar aspal optimum dengan variasi 5%, 5.5%, 6%, 6.5%, 7%, didapatkan kadar aspal optimum sebesar 6.38%. Selanjutnya membuat benda uji dengan variasi suhu pemadatan 100℃, 110℃, 120℃, 130℃ dan 140℃. Setelah benda uji dibuat berdasarkan variasi suhu pemadatan maka dilakukan pengujian durabilitas selama 30 menit dan 24 jam di dalam alat waterbath menggunakan suhu 60℃. Dari pengujian ini didapatkan nilai durabilitas pada suhu 100°C nilai durabilitas 116%, suhu 110°C nilai durabilitas 103%, suhu 120°C nilai durabilitas 93%, suhu 130°C nilai durabilitas 85%, suhu 140°C nilai durabilitas 80%. Hasil dari perhitungan nilai durabilitas pada suhu pemadatan 100℃ hingga 120℃ memenuhi spesifikasi dari Bina Marga 2020 dimana untuk nilai durabilitas minimal 90%, sedangkan pada suhu 130℃ dan 140℃ nilai durabilitas tidak memenuhi dari spesifikasi dari Bina Marga 2020. Kesimpulan dari penelitian ini ialah durabilitas
menurun seiring dengan meningkatnya suhu pemadatan.
