Interaksi Beberapa Jenis Mulsa Organik Dan Pupuk Sp 36 Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium Ascalonicum L. )
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Lancang Kuning
DOI
Abstract
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas hortikultura penting yang banyak dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun, produktivitas tanaman ini masih rendah akibat keterbatasan unsur
hara, terutama fosfor (P), pada tanah ultisol. Penggunaan mulsa organik dan pemupukan fosfor melalui SP 36 merupakan strategi untuk meningkatkan produktivitas dan memperbaiki sifat tanah. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dan mendapatkan interaksi terbaik pemberian beberapa Mulsa Organik dan Pupuk SP 36 Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Lancang Kuning, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, pada bulan Maret hingga Mei 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu mulsa organik (tanpa mulsa, mulsa ampas tebu, dan mulsa jerami padi) dan pupuk SP36 (0 g, 3,5 g, dan 4,1 g/tanaman) yang masingmasing diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tajuk, jumlah daun, dan berat umbi segar tanaman bawang merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan terbaik terhadap produksi terdapat pada perlakuan M1S1 (mulsa organik ampas tebu dan SP 36 dosis 3,5 g/tanaman) dengan berat umbi segar rata-rata 92,33 g. Perlakuan
tanpa mulsa dan tanpa pupuk SP 36 (M0S0) memberikan hasil terendah pada semua parameter. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan mulsa organik yang tepat, khususnya ampas tebu, dan dosis pupuk fosfor yang optimal dapat
meningkatkan pertumbuhan dan produksi bawang merah secara signifikan.
