Pengawasan Balai Besar Pengawas Obat Dan Makanan Terhadap Peredaran Obat Aborsi Secara Ilegal Dalam Rangka Pencegahan Tindak Pidana Aborsi Di Kota Pekanbaru
| dc.contributor.author | Veronika, Rosalinda | |
| dc.date.accessioned | 2026-09-09T06:49:53Z | |
| dc.date.issued | 2024 | |
| dc.description.abstract | Permasalahan penelitian ini adalah: Pertama, bagaimana pengawasan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan terhadap peredaran obat aborsi secara illegal dalam rangka pencegahan tindak pidana aborsi di Kota Pekanbaru? Kedua, apa saja kendala pengawasan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan terhadap peredaran obat aborsi secara illegal dalam rangka pencegahan tindak pidana aborsi di Kota Pekanbaru? Ketiga, apa saja upaya dalam mengatasi kendala pengawasan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan terhadap peredaran obat aborsi secara illegal dalam rangka pencegahan tindak pidana aborsi di Kota Pekanbaru? Tujuan penelitian ini adalah: Pertama, untuk mengetahui pengawasan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan terhadap peredaran obat aborsi secara illegal dalam rangka pencegahan tindak pidana aborsi di Kota Pekanbaru. Kedua, untuk mengetahui kendala dalam pengawasan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan terhadap peredaran obat aborsi secara illegal dalam rangka pencegahan tindak pidana aborsi di Kota Pekanbaru. Ketiga, untuk mengetahui upaya dalam mengatasi kendala pengawasan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan terhadap peredaran obat aborsi secara illegal dalam rangka pencegahan tindak pidana aborsi di Kota Pekanbaru. Metode penelitian ini dilakukan secara langsung dilapangan dengan melakukan obeservasi dan wawancara, serta membaca literatur-literatur perpustakaan yang memiliki korelasi dengan permasalahan yang diteliti. Hasil penelitian diketahui bahwa pengawasan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan terhadap peredaran obat aborsi secara illegal masih belum maksimal, dibuktikan dengan semakin meningkatnya kasus tindak pidana aborsi yang dilakukan dengan menggunakan obat-obatan secara illegal (tanpa resep dokter). Ternyata dalam pengawasannya, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan memiliki kendala, diantaranya, Pertama, faktor hukumnya sendiri, yaitu peraturan tidak sesuai dengan kondisi yang ada, Kedua, kurangnya anggota personil BBPOM Pekanbaru dan ketiga, kurangnya kesadaran dari apotek/toko obat dalam menjual obat-obatan tanpa meminta resep dokter. Upaya BBPOM Pekanbaru dalam mengatasi kendala dalam pengawasannya yaitu, Pertama, melakukan pengawasan rutin Razia ke apotek/toko obat dengan diharapkan pihak BBPOM dapat intens dan konsisten dalam melakukan pengecekan serta pengawasan lapangan dan memberikan sanksi kepada pihak apotek dan link online jika memang terjadinya pelanggaran sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati, Kedua, melakukan peningkatan sumber daya manusia. BBPOM di Pekanbaru harus mempunyai strategi manajemen SDM yang tepat untuk menjamin ketersediaan SDM sesuai dengan kebutuhan pada semua jenis dan jenjang jabatan. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unilak.ac.id/handle/123456789/518 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Universitas Lancang Kuning | |
| dc.subject | LAW/JURISPRUDENCE | |
| dc.subject | Pengawasan | |
| dc.subject | Obat | |
| dc.subject | Aborsi | |
| dc.subject | BBPOM | |
| dc.title | Pengawasan Balai Besar Pengawas Obat Dan Makanan Terhadap Peredaran Obat Aborsi Secara Ilegal Dalam Rangka Pencegahan Tindak Pidana Aborsi Di Kota Pekanbaru | |
| dc.type | Thesis |
