Evaluasi Simpang Bersinyal Di Simpang Panam Kota Pekanbaru Dari Aspek Lalu Lintas
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Lancang Kuning
DOI
Abstract
Menurut BPS Kota Pekanbaru Tahun 2023, laju urbanisasi sebesar 2,99% per tahun di Kota Pekanbaru meningkatkan volume kendaraan bermotor, terutama di Simpang Panam, pertemuan Jl. Hr. Soebrantas, Jl. Raya Pekanbaru, Jl. Kubang
Raya, dan Jl. Garuda Sakti. Waktu siklus lampu lalu lintas mencapai 208 detik, melebihi ambang batas PKJI 2023 yaitu 80 - 130 detik, sehingga memicu kemacetan panjang hingga 200 meter di Jl. Hr. Soebrantas dan Jl. Raya Pekanbaru.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja simpang bersinyal di Simpang Panam dengan alternatif dibangun fly over. Metode penelitian mengacu pada PKJI 2023 dengan menganalisis kondisi eksisting dan skenario alternatif yang
mempertimbangkan perubahan geometrik serta pengaturan lalu lintas. Hasil penelitian menunjukkan kondisi eksisting dengan derajat kejenuhan (DJ) sebesar 0,92 > 0,85, tundaan simpang rata-rata 67,26 detik/smp, panjang antrian maksimum sebesar 399 meter dengan tingkat pelayanan kategori F. Kondisi ini mengindikasikan perlunya perbaikan kinerja simpang melalui pembangunan fly over. Setelah evaluasi skenario alternatif dibangun fly over, kinerja simpang
meningkat secara signifikan, dengan derajat kejenuhan (DJ) menurun menjadi 0,71, < 0,85, tundaan simpang rata-rata berkurang menjadi 13,54 detik/smp, dan panjang antrian maksimum turun menjadi 99 meter, dengan tingkat pelayanan meningkat menjadi kategori B. Kesimpulan yang didapat dari hasil penelitian ini adalah pembangunan fly over merupakan solusi yang efektif. Namun, disarankan melakukan kombinasi dengan pelebaran ruas jalan pendekat utara, atau dicoba menggunakan alternatif lain seperti perubahan fase sinyal menjadi tiga fase, atau larangan belok kanan untuk mengoptimalkan pengelolaan lalu lintas yang lebih baik.
