Representasi Feminisme Radikal Dalam Film Series Gadis Kretek Karya Kamila Andini Dan Ifa Isfansyah Pada Platform Netflix Kajian Teori Rosemarie Putnam Tong
| dc.contributor.author | Dewi, Annisa | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-27T06:51:33Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis representasi feminisme radikal serta bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan gender yang direpresentasikan oleh tokoh utama Dasiyah dalam film serial Gadis Kretek karya Kamila Andini dan Ifa Isfansyah yang tayang di platform Netflix. Penelitian ini dianalisis menggunakan kerangka teori feminisme radikal dari Rosemarie Putnam Tong, yang memandang sistem patriarki sebagai akar utama dari segala bentuk penindasan struktural terhadap perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi mendalam terhadap lima episode serial Gadis Kretek, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama. Pertama, tokoh Dasiyah secara kuat merepresentasikan nilai-nilai feminisme radikal melalui tujuh aspek, yaitu: (1) patriarki sebagai sumber penindasan, (2) tubuh perempuan sebagai arena politik, (3) konstruksi sosial atas peran gender, (4) institusi sosial (keluarga dan dunia kerja) sebagai instrumen patriarki, (5) kesadaran kolektif perempuan atau sisterhood, (6) dorongan perubahan personal dan struktural, serta (7) representasi perempuan sebagai subjek berdaya dalam budaya dan media. Kedua, Dasiyah menunjukkan berbagai bentuk perlawanan aktif terhadap sistem patriarki tersebut, yang meliputi: menentang dominasi patriarki di ranah publik dan domestik, melawan penguasaan atas tubuh dan seksualitasnya, melawan stereotip gender tradisional, mengkritisi institusi patriarki, membangun solidaritas antarperempuan, melakukan revolusi personal dan struktural, serta menolak objektifikasi perempuan. Secara keseluruhan, film ini merepresentasikan Dasiyah bukan sekadar sebagai objek penindasan, melainkan sebagai agen perempuan yang secara sadar dan berani meruntuhkan dominasi laki-laki demi merebut otonomi dan kebebasannya. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unilak.ac.id/handle/123456789/248 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Universitas Lancang Kuning | |
| dc.subject | HUMANITIES and RELIGION::Aesthetic subjects::Literature | |
| dc.subject | HUMANITIES and RELIGION::Languages and linguistics::Other languages::Indonesian language | |
| dc.subject | Representasi | |
| dc.subject | Feminisme Radikal | |
| dc.subject | Gadis Kretek | |
| dc.subject | Perlawanan Perempuan | |
| dc.subject | Rosemarie Putnam Tong. | |
| dc.title | Representasi Feminisme Radikal Dalam Film Series Gadis Kretek Karya Kamila Andini Dan Ifa Isfansyah Pada Platform Netflix Kajian Teori Rosemarie Putnam Tong | |
| dc.type | Thesis |
