Komparasi Sifat Fisik Dan Kimia Tanah Gambut Terbakar Dan Tidak Terbakar Di Kelurahan Tanjung Palas Kota Dumai

dc.contributor.authorSafitri, Nila
dc.date.accessioned2026-09-11T03:58:04Z
dc.date.issued2024
dc.description.abstractSalah satu faktor yang berkontribusi terhadap kebakaran lahan gambut adalah tingkat kelembaban gambut tersebut. Ketika kelembaban gambut menurun, gambut cenderung menjadi kering sehingga akan mudah terbakar. Kebakaran lahan gambut di Dumai khususnya di Kelurahan Tanjung Palas, di lahan milik masyarakat yang didalamnya berisi pohon akasia, semak belukar dan kebun nenas. Kebakaran yang terjadi menjadi sebuah tantangan bagi masyarakat setempat dengan luas area kebakaran 11,5 hektar pada awal kebakaran tanggal 25 februari 2024 dan kedalaman 2-2,5 meter. Perubahan karakteristik fisik tanah gambut yang terbakar dapat dilihat dari hilangnya bahan organik akibat panas yang dihasilkan, meningkatkan bulk density dan menurunkan kadar air tanah. Secara kimiawi, perubahan bahan organik menjadi abu yang mengandung unsur hara seperti nitrogen (N), fosfor (F), kalium (K) dan C-organik yang hilang akibat penguapan selama proses kebakaran berlangsung. Selain itu, kebakaran juga dapat meningkatkan tingkat pH tanah gambut. Perubahan kimia tesebut hanya memberikan dampak sementara dan tidak meningkatkan kesuburan tanah dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan membandingkan sifat fisik dan kimia tanah gambut terbakar dan tidak terbakar. Penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling dengan membuat plot ukuran 20 × 20 m, setiap plot dibuat 3 sub plot dengan ukuran 1 × 1 m yang ditempatkan secara acak. Pengambilan sampel tanah menggunakan ring dengan tinggi 6 cm, lebar 5 cm dan bor tanah. Pengulangan sebanyak 3 kali, untuk uji BD dan KA menggunakan metode gravimetri sedangkan untuk N (kjedhal), P dan K (ekstrak HCL 25%), C-organik (walkley & black) dan pH (ekstrak 1:5). Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji Independent Sample T Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisik tanah gambut terbakar dan tidak terbakar seperti bulk density (BD) mengalami peningkatan 0,6 g/cm3 sedangkan kadar air (KA) menurun 13,86%. Sifat kimia tanah gambut diantaranya N menurun 1%, P 20,17 m/100g, K 16,61 mg/100g, C-organik 6,81% dan pH meningkat 0,17. Berdasarkan hasil uji Independent Sample T Test, pada sifat fisik yaitu BD dan KA terdapat perbedaan yang signifikan. Sifat kimia seperti kandungan NPK dan C-organik terdapat perbedaan yang signifikan sedangkan pada pH tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tanah gambut terbakar dan tidak terbakar.
dc.identifier.urihttps://repository.unilak.ac.id/handle/123456789/612
dc.language.isoother
dc.publisherUniversitas Lancang Kuning
dc.subjectFORESTRY, AGRICULTURAL SCIENCES and LANDSCAPE PLANNING
dc.subjectgambut
dc.subjectKebakaran
dc.titleKomparasi Sifat Fisik Dan Kimia Tanah Gambut Terbakar Dan Tidak Terbakar Di Kelurahan Tanjung Palas Kota Dumai
dc.typeThesis

Files

Original bundle

Now showing 1 - 2 of 2
Loading...
Thumbnail Image
Name:
2054251001_BAB-I_VI_DAFTAR-PUSTAKA.pdf
Size:
943.03 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
2054251001_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf
Size:
728.62 KB
Format:
Adobe Portable Document Format