Communities in DSpace
Select a community to browse its collections.
Recent Submissions
Item type:Item, Analisis Miskonsepsi Siswa Pada Materi Ekologi Menggunakan Four-Tier Diagnostic Test Di Sma Negeri 1 Bungaraya(Universitas Lancang Kuning, 2026)Romaliani, EvikaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat miskonsepsi siswa pada materi Ekologi di SMA Negeri 1 Bungaraya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan metode survey berupa pilihan ganda sebanyak 30 butir soal yang dilengkapi Diagnostic Four-Tier Test. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X yang berjumlah 150 orang dari lima kelas, dengan sampel 35 orang yang dipilih melalui teknik random sampling. Instrumen tes telah diuji validitas, reliabilitas, daya pembeda, dan tingkat kesukaran menggunakan software ANATES. Data dikumpulkan melalui pemberian tes diaknostik dan dianalisis dengan mengelompokkan jawaban ke dalam empat kategori: paham konsep, tidak paham konsep, miskonsepsi dan error berdasarkan hasil kebenaran jawaban. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 24,09% berada dalam kategori paham konsep, tidak paham konsep sebesar 19,21%, dan 1,30% mengalami error. Hasil miskonsepsi tentang materi Ekologi terjadi pada siswa dengan tingkat sedang yaitu sebesar 55,40%. Miskonsepsi tertinggi ditemukan pada indikator 8 yaitu menjelaskan pengaruh perubahan suhu lingkungan terhadap aktivitas makhluk hidup dengan persentase sebesar 61,5%. Miskonsepsi terendah ditemukan pada indikator 10 yaitu menentukan konsep piramida energi dan pembagian pasangan organisme dengan persentase sebesar 40%.Item type:Item, Students’ Perception Of Ai Driven Chatbots In Writing At English Language Education Program Of Universitas Lancang Kuning(Universitas Lancang Kuning, 2026)Tampubolon, Esthy FaniMeningkatnya integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam konteks akademik telah mengubah cara mahasiswa terlibat dalam aktivitas menulis. Secara ideal, alat berbasis AI diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam menghasilkan ide, memperbaiki tata bahasa dan kosakata, serta meningkatkan efisiensi dalam menulis. Namun demikian, persepsi mahasiswa terhadap penggunaan alat tersebut dapat berbeda-beda, yang mencerminkan adanya manfaat sekaligus potensi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap penggunaan chatbot berbasis AI dalam kegiatan menulis pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Lancang Kuning. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 122 mahasiswa sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima tingkat dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, yaitu mean dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai grand mean sebesar 3,90 dengan standar deviasi sebesar 0,03, yang termasuk dalam kategori positif berdasarkan interpretasi interval mean score. Hasil ini menunjukkan bahwa mahasiswa pada umumnya memiliki persepsi yang baik dan mendukung terhadap penggunaan chatbot berbasis AI dalam kegiatan menulis. Dengan kata lain, mahasiswa memandang chatbot berbasis AI sebagai alat yang membantu proses menulis mereka, khususnya dalam menghasilkan ide, meningkatkan ketepatan tata bahasa dan kosakata, serta meningkatkan efisiensi dalam menyelesaikan tugas menulis. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa chatbot berbasis AI dipersepsikan secara positif oleh mahasiswa dan dianggap dapat mendukung proses menulis apabila digunakan secara tepat. Oleh karena itu, dosen disarankan untuk mengintegrasikan penggunaan chatbot berbasis AI dalam pembelajaran menulis dengan tetap membimbing mahasiswa agar dapat memanfaatkannya secara kritis dan bertanggung jawab.Item type:Item, Representasi Nilai Nilai Budaya Melayu Dalam Interaksi Sosial Anak Usia Dini Melalui Aktivitas Bermain(Universitas Lancang Kuning, 2026)Erni, ErniPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi nilai-nilai budaya Melayu dalam interaksi sosial anak usia dini melalui aktivitas bermain di TK Negeri Pembina 3 Pekanbaru. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena rendahnya kemampuan interaksi sosial anak serta semakin berkurangnya minat anak terhadap permainan tradisional akibat pengaruh permainan modern dan digital. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah anak kelompok B usia 5–6 tahun yang berjumlah 15 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya Melayu seperti sopan santun, kebersamaan, gotong royong, saling menghargai, menolong, dan kerja sama terepresentasi melalui aktivitas bermain tradisional seperti congkak, lompat tali, dan engklek. Aktivitas bermain tersebut mampu meningkatkan interaksi sosial anak, seperti kemampuan berkomunikasi, menunggu giliran, berbagi, bekerja sama, serta menyelesaikan konflik secara sederhana. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa aktivitas bermain berbasis budaya Melayu berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai budaya sekaligus mengembangkan interaksi sosial anak usia dini.Item type:Item, Pengembangan Modul Pembelajaran Mitigasi Bencana Kebakaran Bagi Anak Usia Dini(Universitas Lancang Kuning, 2026)Erna, ErnaPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran mitigasi bencana kebakaran guna menanamkan sikap tanggap bencana bagi anak usia dini. Pendidikan kebencanaan sejak dini sangat penting untuk membangun kesiapsiagaan dan respons yang tepat saat menghadapi situasi darurat. Namun, masih terbatasnya media pembelajaran yang secara khusus membahas mitigasi bencana kebakaran di lembaga PAUD serta rendahnya pemahaman anak menjadi kendala dalam mengajarkan kesiapsiagaan tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Hasil validasi digunakan untuk melihat kelayakan modul pembelajaran yang dikembangkan. Kelayakan modul ini berdasarkan penilaian dosen ahli bahasa dan ahli di bidang PAUD menunjukkan hasil yang sangat positif. Penilaian dari ahli bahasa dan ahli bidang PAUD menyatakan bahwa modul ini berada pada kategori "Sangat Layak" untuk digunakan dalam pembelajaran. Modul ini dikembangkan dengan menyesuaikan karakteristik perkembangan anak melalui pendekatan visual dan praktik langsung. Hasil uji keefektifan melalui analisis data menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pengetahuan anak. Hasil lembar observasi pre-test pada kelompok perlakuan menunjukkan persentase sebesar 40,07% dengan kategori "Belum Berkembang". Setelah diberikan intervensi, hasil post-test meningkat menjadi 75,07% dengan kategori "Berkembang Sesuai Harapan". Dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran mitigasi bencana kebakaran ini efektif dalam memberikan pemahaman kepada anak tentang sikap tanggap saat terjadi bencana kebakaran.Item type:Item, Peran Terapi Wicara Terhadap Kemampuan Bicara Pada Anak Autism Spectrum Disorder (Asd) Di Rsud Bengkalis(Universitas Lancang Kuning, 2026)Wahyuni, Endang SriTerapi wicara di RSUD Bengkalis berperan krusial dalam meningkatkan kemampuan komunikasi verbal dan nonverbal anak Autism Spectrum Disorder (ASD). Intervensi ini membantu meningkatkan pemahaman bahasa, artikulasi, interaksi sosial, dan keterampilan ekspresif, yang sering kali menjadi hambatan utama bagi anak ASD untuk berinteraksi. Tujuan penelitian mendeskripsikan peran terapi wicara terhadap kemampuan bicara pada anak Autism Spectrum Disorder (ASD) di RSUD Bengkalis. Jenis penelitian adalah kualitatif. Subjek penelitian adalah orang tua atau wali anak Sy dan anak Rf dengan teknik sampling mengggunakan purposive sampling. Metode penelitian kualitatif. Instumen penelitian menggunakan lembar wawancara dan observasi. Anilisi data dilakukan secara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh pelaksanaan terapi wicara di RSUD Bengkalis telah dilakukan secara terstruktur dan berkesinambungan sesuai dengan kebutuhan anak ASD. Terapis wicara memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung perkembangan kemampuan bicara anak ASD. Respons anak ASD terhadap terapi wicara menunjukkan perkembangan yang bertahap dan positif. Faktor pendukung utama pelaksanaan terapi wicara di RSUD Bengkalis meliputi kompetensi terapis, konsistensi jadwal terapi, kerja sama antara tenaga medis, terapis, dan orang tua, serta lingkungan terapi yang kondusif, selain itu terdapat perubahan positif pada kemampuan bicara anak ASD setelah mengikuti terapi wicara. Diharapkan RSUD Bengkalis dapat terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas layanan terapi wicara bagi anak ASD dan menyediakan fasilitas terapi yang lebih lengkap dan mendukung, serta memastikan ketersediaan jadwal terapi yang konsisten.

