Repository Unilak

Repository Unilak

Welcome To Repository Universitas Lancang Kuning

Photo by @inspiredimages

Communities in DSpace

Select a community to browse its collections.

Now showing 1 - 1 of 1

Recent Submissions

  • Item type:Item,
    Ellipsis In The Novel “The Witcher: The Last Wish” By Andrzej Sapkoski
    (Universitas Lancang Kuning, 2024)
    P, Surya.
    Elipsis lebih dari sekedar trio titik; itu mewujudkan seni menghilangkan, ritme bicara, dan intrik yang tak terucapkan, meningkatkan ekspresi tertulis ke tingkat yang lebih tinggi. Penelitian ini mengkaji elipsis dalam novel ―the witcher the last wish‖ karya Andrzej Sapkowski. Tujuan penulisan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi struktur elipsis yang terdapat dalam novel dan menganalisis jenis elipsis yang paling dominan digunakan dalam novel, metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk menganalisis data. Pengumpulan data dilakukan dengan membaca novel the witcher: the last wish beberapa kali, dari dialog antar tokoh yang mungkin mengandung elipsis, dan menggunakan perhitungan untuk menentukan jenis elipsis yang paling dominan. teori yang digunakan adalah teori McCarthy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga jenis elipsis yang muncul dalam novel ―the witcher the last wish‖ adalah elipsis nominal (36,52%), elipsis verbal (36,04%), elipsis klausal (27,44%). Penelitian ini juga menunjukkan bahwa tipe yang menjadi paling dominan dengan 350 ujaran (36,52%), dan yang paling sedikit adalah clausal ellipsis dengan 263 ujaran (27,44%), diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat bagi pembaca atau analis di masa depan yang tertarik dengan topik yang berkaitan dengan elipsis, khususnya bagi pembaca non-natif. Penelitian ini diharapkan dapat membantu mereka dalam menggunakan elipsis secara efisien, karena pentingnya berbicara informal menggunakan bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini juga diharapkan dapat membantu mereka dalam menggunakan elipsis dalam menulis baik untuk tujuan akademis maupun kehidupan sehari-hari.
  • Item type:Item,
    Nilai Moral Pada Syair Burung
    (Universitas Lancang Kuning, 2024)
    Andristy, Sri Bunga Juni
    Syair Burung merupakan syair yang melukiskan percakapan antar burung yang membahas tentang suatu ajaran agama Islam, seperti fiqih, rukun Islam, rukun iman dan lainnya. Burung-burung yang merupakan tokoh dalam Syair Burung dapat dimaknai sebagai simbol manusia dengan berbagai karakternya. Skripsi ini bertujuan untuk mengkaji nilai moral pada Syair Burung. Penelitian ini merupakan kajian analisis dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis teks. Data utama yang digunakan adalah teks syair "Burung" itu sendiri. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi tema-tema moral yang muncul dalam setiap bait syair dan mengkategorikannya berdasarkan nilai-nilai moral yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada Syair Burung terdapat nilai moral dengan klasifikasi sebagai berikut : Hubungan manusia dengan diri sendiri terdiri atas: Rendah hati, Belajar, Kebijaksanaan, Intropeksi diri, Keteguhan, dan Optimis, Hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial terdiri atas Simpati, Berbagi dan Hormat, dan Hubungan manusia dengan tuhannya terdiri atas: Ibadah, Zuhud, dan Zikir, Taqwa, Iman, Keislaman, dan Tauhid.
  • Item type:Item,
    An Analysis Of Emotional Attachment And Defense Mechanism Strategies In The Movie Inside Out 2 (2024)
    (Universitas Lancang Kuning, 2025)
    Aminah, Siti
    Penelitian ini menganalisis bagaimana dorongan-dorongan bawah sadar, berdasarkan teori psikoanalisis Freud, membentuk emosi dan dikelola melalui mekanisme pertahanan untuk menjaga keseimbangan psikologis. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan keterikatan emosional yang tercermin pada karakter utama dalam film Inside Out 2, dan (2) untuk menganalisis strategi mekanisme pertahanan yang digunakan untuk menyelesaikan konflik batin karakter utama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan menggunakan teknik dokumentasi untuk mengumpulkan data. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah model interaktif. Peneliti kemudian menonton film, membaca naskah film, mengidentifikasi dan mereduksi data. Temuan mengungkapkan lima jenis emosi: rasa bersalah, rasa bersalah yang ditekan, hukuman diri sendiri, rasa malu, dan kecemasan. Enam jenis mekanisme pertahanan diidentifikasi: penekanan, penyangkalan, pengalihan, proyeksi, rasionalisasi, dan pembentukan reaksi. Kecemasan adalah emosi yang paling dominan mempengaruhi dinamika psikologis Riley, sementara penekanan adalah mekanisme pertahanan yang paling sering digunakan untuk mengelola konflik batin karakter utama.
  • Item type:Item,
    An Analysis Of Substitution In Taylor Swift’s Albums Speak Now And Fearless
    (Universitas Lancang Kuning, 2025)
    Ayuni, Selvia Rahman
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk penggantian (substitution) sebagai bagian dari kohesi gramatikal dalam lirik lagu Taylor Swift pada album Speak Now dan Fearless. Menurut teori yang dikemukakan oleh Halliday dan Hasan, substitution terdiri atas tiga jenis, yaitu nominal, verbal, dan clausal. Penelitian ini difokuskan untuk mengidentifikasi jenis-jenis substitution tersebut serta mengevaluasi perannya dalam membentuk keterpaduan makna antar bagian lirik lagu. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data berupa 48 lagu dari kedua album tersebut, yang diperoleh melalui teknik observasi dan dokumentasi. Proses analisis dilakukan dengan mengacu pada model analisis dari Miles dan Huberman yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga jenis substitution muncul dalam lirik yang dianalisis. Substitution jenis verbal merupakan yang paling dominan dengan total 26 kasus (66,67%), disusul oleh substitution nominal sebanyak 8 kasus (20,51%), dan substitution clausal sebanyak 5 kasus (12,82%). Kehadiran unsur kohesif ini membantu menciptakan keterpaduan makna dalam lirik lagu, menjaga kelancaran alur, serta memperkuat pesan emosional yang ingin disampaikan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemahaman dalam kajian linguistik terapan, khususnya mengenai peran kohesi gramatikal dalam teks-teks populer seperti lirik lagu. Temuan ini juga dapat menjadi referensi bagi pendidik, penulis lagu, maupun peneliti yang tertarik pada analisis wacana dan gaya bahasa dalam karya musik.
  • Item type:Item,
    Problem Batin Perempuan Pada Tokoh Tambahan Dalam Syair Khadamuddin Karya Aisyah Sulaiman Perspektif Psikologi Feminis
    (Universitas Lancang Kuning, 2025)
    Febrianti, Salsabila
    Teks Syair Khadamuddin ditulis oleh Aisyah Sulaiman merupakan syair otobiografi fiksi yang berisi tentang kehidupan Aisyah Sulaiman yang berjuang dalam hidupnya setelah ditinggal oleh suaminya yang meninggal. Syair Khadamuddin memiliki 1483 bait yang sudah dialihaksarakan pada tahun 1982 oleh Raja Hamzah Yunus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui problem batin perempuan pada tokoh tambahan dalam Syair Khadamuddin. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah psikologi feminis Karen Horney. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini membaca Syair Khadamuddin berulang-ulang, menggarisbawahi data yang berhubungan dengan problem batin perempuan pada tokoh tambahan, mencatat data yang sudah digarisbawahi, mengelompokkan problem batin perempuan pada tokoh tambahan, menyimpulkan problem batin perempuan pada tokoh tambahan yang terdapat dalam Syair Khadamuddin. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat bentuk-bentuk konflik batin yang menjadi problem batin dalam Syair Khadamuddin karya Aisyah Sulaiman. Problem batin tersebut dialami oleh tokoh-tokoh perempuan tambahan yang terdapat dalam syair tersebut. Ditemukan 15 tokoh perempuan tambahan yang mengalami problem batin, dengan total 60 bait syair yang memuat uraian mengenai konflik tersebut. Terdapat tiga bentuk uraian konflik batin Karen Horney yaitu perasaan ketidakberdayaan, perasaan melawan, dan perasaan terisolasi.