Communities in DSpace
Select a community to browse its collections.
Recent Submissions
Item type:Item, Nilai Ekonomi Ekosistem Hutan Mangrove Di Kelurahan Batu Panjang Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau(Universitas Lancang Kuning, 2025)Ramadhan, SyahrulSaat ini, masalah dalam pengelolaan hutan mangrove adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya ekosistem mangrove, khususnya dari segi ekonomi. Salah satu upaya tersebut adalah dengan melakukan kuantifikasi jasa lingkungan yang disediakan oleh ekosistem mangrove, yang biasa disebut dengan manfaat nilai ekonomi. Manfaat nilai ekonomi ialah pendekatan yang dipakai untuk menilai secara rill harga dari barang dan jasa yang dihasilkan oleh sumber daya alam. Nilai Ekonomi Total (NET) sumber daya alam dan lingkungan pada ekosistem mangrove merupakan salah satu tujuan penilaian ekonomi. Nilai ekonomi total terdiri dari nilai manfaat langsung, nilai manfaat tidak langsung, nilai pilihan dan nilai keberadaanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat langsung dan tidak langsung ekosistem hutan mangrove yang ada di Kelurahan Batu Panjang, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau serta menganalisis nilai ekonomi ekosistem hutan mangrove di Kelurahan Batu Panjang, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi kelapangan, melakuka wawancara dengan nelayan dan masyarakat sekitar Kelurahan Batu Panjang, pengisian kuesioner dan melakukan pengolahan data untuk mengetahui nilai manfaat langsung, manfaat tidak langsung, manfaat keberadaan, serta manfaat pilihan dari ekosistem hutan mangrove di Kelurahan Batu Panjang, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Jumlah responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah 31 responden untuk nilai manfaat langsung dan 43 responden untuk manfaat tidak langsung dan manfaat keberadaan. Kelurahan Batu Panjang ini memiliki potensi sumber daya alam yang sangat melimpah terutama pada sektor perikanan. Dari hasil penelitian di lapangan diketahui bahwa nilai manfaat ekonomi total yang dihasilkan dari adanya ekosistem mangrove yaitu sebesar Rp.6.391.676.000/tahun, yang terdiri dari nilai manfaat langsung yaitu hasil tangkapan ikan, udang dan kepiting sebesar Rp.748.110.000/tahun, nilai manfaat tidak langsung yaitu nilai pencegah abrasi dan intrusi air laut sebesar Rp.5.628.880.000/tahun, nilai manfaat Pilihan yaitu nilai keanekaragaman hayati (biodiversitas) sebesar Rp. 1.141.818/tahun dan nilai manfaat Keberadaan yaitu kesediaan individu untuk membayar pelestarian hutan mangrove berdasarkan konsep Willingnes To Pay (WTP) sebesar Rp. 13.544.182/tahunItem type:Item, Pemberian Pupuk Kandang Ayam Dan Zat Pengatur Tumbuh (Zpt) Ratu Biogen Terhadap Pertumbuhan Mahoni (Swietenia Mahagoni)(Universitas Lancang Kuning, 2025)Rahmadani, Suci AyuMahoni (Swietenia mahagoni) adalah tanaman berkayu yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga sering dibudidayakan untuk dijadikan bahan baku dalam pembuatan kerajinan. Permintaan pasar yang tinggi terhadap kayu dengan kualitas yang tinggi dari jenis mahoni mendorong masyarakat untuk membudidayakan tanaman mahoni. Untuk meningkatkan kualitas bibit mahoni perlu dilakukannya pemupukan, salah satu pupuk yang dapat digunakan yaitu pupuk kandang ayam. Kandungan bahan organik yang terdapat pada pupuk kandang ayam dapat meningkatkan pertumbuhan bibit. Untuk meningkatkan kinerja bahan organik pupuk kandang ayam perlu menambahkan zat pengatur tumbuh (ZPT) salah satunya yaitu ZPT merek Ratu Biogen. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh pemberian pupuk kandang ayam, ZPT Ratu Biogen, dan interaksi keduanya, serta menganalisis dosis terbaik. Metode yang digunakan yaitu eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah pupuk kandang ayam (K) dengan 4 taraf perlakuan dan Faktor kedua adalah ZPT Ratu Biogen (Z) dengan 3 taraf perlakuan. Data dianalisis menggunakan sidik ragam ANOVA (Analisis Of Varians) dan dilakukan uji lanjut DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa perlakuan pupuk kandang ayam berpengaruh sangat nyata terhadap semua para meter perlakuan. ZPT Ratu Biogen memberi pengaruh sangat nyata pada parameter tinggi, diameter, dan panjang akar terpanjang. sedangkan kombinasi perlakuan memberikan pengaruh pada semua perlakuan. Kombinasi yang paling optimal untuk semua para meter pengamatan bibit mahoni adalah 600 g/polybag pupuk kandang ayam dan 4 cc/l ZPT Ratu Biogen.Item type:Item, Nilai Ekonomi Kawasan Mangrove Di Desa Teluk Belitung Kecamatan Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti(Universitas Lancang Kuning, 2024)Rinaldi, RifalIndonesia merupakan negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi karena posisinya di daerah tropis dan dilalui garis khatulistiwa. Keanekaragaman hayati yang dimiliki termasuk hutan, dari hutan dataran tinggi, hutan dataran rendah sampai hutan di kawasan perairan pesisir. Hutan mangrove merupakan hutan yang berada di kawasan pasang surut, yang berfungsi mencegah intrusi, abrasi, gelombang tinggi, dan berfungsi sebagai penstabil lahan. Hutan mangrove juga memiliki keanekaragaman biota yang tinggi dan mampu menopang kehidupan masyarakat sekitarnya. Tujuan dari peneitian ini adalah menghitung nilai ekonomi kawasan mangrove di desa Teluk Belitung Kecamatan Mebau Kabupaten Kepulauan Meranti. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis data yaitu nilai manfaat langsung dan nilai manfaat tidak langsung. Nilai manfat langsung kegiatan ini diperhitungkan berdasarkan biaya produksi. Sedangkan nilai manfaat tidak langsung diperhitungkan dengan nilai ekowisata dan nilai pemecah gelombang (breakwater). Dari hasil penelitian diperoleh nilai ekonomi kawasan mangrove di Desa Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti sebesar Rp. 6.893.879.844. Kontribusi ekonomi langsung yang signifikan terlihat dari sektor perikanan, terutama penangkapan ikan dan udang, yang memberikan kontribusi ekonomi bagi masyarakat setempat. Nilai guna langsung kawasan mangrove di Desa Teluk Belitung adalah Rp. 1.092.200.000. Selain kontribusi langsung, terdapat nilai ekonomi tidak langsung melalui ekowisata dan fungsi pemecah gelombang mangrove. Masyarakat Desa Teluk Belitung bersedia membayar untuk menikmati pengalaman ekowisata dan menjaga fungsi pemecah gelombang mangrove. Nilai guna tidak langsung kawasan mangrove di Desa Teluk Belitung adalah Rp. 5.801.679.844.Item type:Item, Pengaruh Dosis Pupuk Npk Terhadap Pertumbuhan Bibit Bakau Minyak (Rhizophora Apiculata BI)(Universitas Lancang Kuning, 2024)Safitri, RetnoBibit bakau minyak (Rhizophora apiculata BI) adalah salah satu jenis tanaman mangrove yang sering digunakan dalam penanaman hutan mangrove. Dalam upaya memperoleh bibit yang berkualitas, pembibitan merupakan tahap awal yang penting dalam pengelolaan tanaman yang akan ditanam. Salah satu upaya yang dilakukan dalam pembibitan adalah penambahan atau penentuan dosis pupuk, karena stadium pembibitan memerlukan suplai nutrisi yang cukup. Pemupukan dapat memengaruhi kualitas bibit karena semua kebutuhan nutrisi tanaman sebagian besar disuplai dari pupuk yang diberikan ke medium tanah. Peningkatan pertumbuhan bibit mangrove sangat dipengaruhi oleh tambahan unsur nitrogen, fosfor, dan kalium dalam pupuk NPK yang diberikan pada media tanam. Setiap unsur ini memiliki peran penting dalam mempengaruhi pertumbuhan. Pupuk NPK Mutiara 16:16:16 dipilih untuk penelitian ini karena memiliki kandungan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman mangrove.Pemberian pupuk NPK dapat meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan tanaman karena ketersediaan unsur N, P, dan K yang seimbang dan efisien dalam aplikasinya bagi tanaman. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan bibit bakau minyak. Tujuan penelitian untuk mengetahui dosis pupuk NPK yang tepat terhadap pertumbuhan bibit bakau minyak (Rhizophora apiculata BI). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri dari 5 taraf perlakuan dosis pupuk NPK Mutiara 16:16:16. Perlakuan dari penelitian adalah Kontrol (Tanpa perlakuan), NPK 2g/bibit, NPK 4 g/bibit, NPK 6 g/bibit dan NPK 8 g/bibit. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 15 unit percobaan, masing-masing unit terdiri dari 3 bibit, maka total 45 bibit. Parameter pengamatan pertambahan tinggi bibit, pertambahan diameter bibit, pertambahan jumlah daun dan panjang akar terpanjang. Dari penelitian yang telah dilakukan bahwa pemberian dosis pupuk NPK pada bibit bakau minyak (Rhizophora apiculata BI) berpengaruh sangat nyata terhadap pertambahan tinggi tanaman, pertambahan diameter tanaman, pertambahan jumlah daun dan panjang akar terpanjang. Dosis pupuk yang terbaik adalah NPK 2 g/bibit.Item type:Item, Aplikasi Penggunaan Teknologi Penginderaan Jauh Untuk Analisa Perubahan Tutupan Lahan Di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Pada Taman Wisata Alam Buluh Cina Provinsi Riau(Universitas Lancang Kuning, 2025)Nofrigon, NofrigonBerdasarkan Surat keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. SK.279/MENLHK/SETJEN/PLA.0/4/2019 Tanggal 10 April 2019 Tentang Penetapan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus pada Kawasan Hutan Taman Wisata Alam Buluh Cina Terletak di Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau Seluas 103 (seratus tiga) hektar sebagai Hutan Pendidikan Dan Pelatihan Kehutanan. Namun sejak ditetapkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tanggal 10 April 2019 sampai saat ini belum terkelola dengan baik sesuai peruntukannya, oleh sebab itu penulis melakukan penelitian ini untuk melengkapi minimnya data terkait Tutupan Lahan serta perubahannya di kawasan ini sebagai bahan pertimbangan kebijakan dalam pengelolaan ke depannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis perubahan tutupan lahan yang terjadi serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan tutupan lahan di kawasan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Pada Kawasan Hutan Taman Wisata Alam Buluh Cina. Metode penelitian dengan menggunakan prosedur pengumpulan data lapangan dan pengumpulan data sekunder, selanjutnya dilakukan pengolahan data Citra Satelit Landsat 8 dan 9 dan Citra Orthomosaic Drone DJI Mavic 2 Zoom dengan mengklasifikasikannya ke kelas tutupan lahan, selanjutnya dilakukan analisis data dengan cara temporal analysis, spatial analysis dan overlay analysis. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan tutupan lahan berdasarkan hasil wawancara dengan 15 orang responden. Hasil analisa tutupan lahan pada Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus pada Taman Wisata Alam Buluh Cina terjadi perubahan, pada tahun 2014 terdapat tutupan lahan dengan kategori hutan sekunder seluas 52,24 Ha, semak belukar seluas 30,74 Ha dan tanah terbuka seluas 20,02 Ha sedangkan pada tahun 2019 menjadi tutupan lahan dengan kategori perkebunan seluas 44,86 Ha, semak belukar seluas 27,98 Ha dan tanah terbuka seluas 30,16 Ha. Pada tahun 2024 didapatkan perubahan peningkatan tutupan lahan dengan kategori perkebunan menjadi 73,58 Ha, dan terjadi penurunan tutupan lahan dengan kategori semak belukar menjadi 14,47 Ha dan kategori tanah terbuka menjadi 14,95 Ha. Beberapa faktor yang menyebabkan perubahan tutupan lahan menurut responden disebabkan antara lain Perambahan dan pembukaan kebun, aktifitas manusia secara umum, Faktor ekonomi, Alih usaha mata pencaharian, Faktor alam, serta pola pikir masyarakat yang cenderung ingin praktis dalam memperoleh nilai ekonomi suatu lahan.

