Repository Unilak

Repository Unilak

Welcome To Repository Universitas Lancang Kuning

Photo by @inspiredimages

Communities in DSpace

Select a community to browse its collections.

Now showing 1 - 1 of 1

Recent Submissions

  • Item type:Item,
    Analisis Percepatan Proyek Pembangunan Palm Oil Mill Dengan Metode Crashing
    (Universitas Lancang Kuning, 2024)
    Syaputri, Siti Farhani
    Proyek Pembangunan Fisik Palm Oil Mill dengan kapasitas 75 Ton TBS/Hours yang dilaksanakan oleh PT. Delima Inti Perkasa mengalami keterlambatan dalam pelaksanaannya yang cukup besar yaitu 21,311%. yang disebabkan oleh terlambatnya supply bahan yang terlambat dan kondisi tanah pada lokasi pekerjaan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis biaya dan durasi pada Proyek Pembangunan Fisik Palm Oil Mill dengan kapasitas 75 Ton TBS/Hours. Metode penelitian menggunakan metode crashing dengan penambahan jam kerja 1 jam, 2 jam, 3 jam dan 4 jam. Hasil penelitian diperoleh percepatan pekerjaan yang mengalami lintasan kritis sebagai acuan pekerjaan yang mengalami percepatan diantaranya adalah pekerjaan tanah (C1), pekerjaan kolom Elv +3,95 (E1), pekerjaan kolom Elv +7,95 (E2), pekerjaan kolom Elv +11,95 (E3), pekerjaan balok Elv +3,95 (G1), pekerjaan balok Elv +7,95 (G2), pekerjaan balok Elv +11,95 (G3), pekerjaan balok tumpuan kuda-kuda (G4), pekerjaan plat lantai Elv +7,95 (H3), pekerjaan pemasangan dinding mechanical works III (N3), clarification station (N7), pekerjaan finishing mechanical works III (R3), pekerjaan VAC (U), pekerjaan pemasangan panel (W). Kesimpulan penelitian adalah percepatan metode crashing diperoleh durasi paling optimal sebesar 332 hari dari 550 hari dengan alternatif percepatan penambahan jam kerja sebesar 4 jam, serta selisih biaya sebesar Rp. 12.619.479,52 menjadi Rp. 7.514.241.010,62 yang semula sebesar Rp. 7.501.651.531,10.
  • Item type:Item,
    Stabilisasi Tanah Lempung Dengan Limbah Beton Terhadap Nilai Kuat Geser
    (Universitas Lancang Kuning, 2025)
    Maijuanda, Shinta
    Stabilitas tanah merupakan salah satu faktor krusial dalam rekayasa geoteknik, karena berhubungan langsung dengan keamanan dan daya dukung struktur yang dibangun di atasnya. Stabilisasi tanah merupakan teknik yang penting dalam rekayasa geoteknik untuk meningkatkan sifat fisik dan mekanik tanah. Salah satu parameter yang sering digunakan untuk mengevaluasi stabilitas tanah adalah kuat geser. Penggunaan limbah beton sebagai bahan tambahan dalam perbaikan sifat tanah dapat menjadi solusi yang efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah Menganalisis nilai kuat geser pada stabilisasi tanah lempung menggunakan limbah beton serta mengetahui berapa besarnya kadar limbah beton optimum pada campuran material dari variasi 5%, 10%, 15%, dan 20% terhadap parameter kuat geser. Metode penelitian merupakan studi eksperimental di laboratorium berdasarkan SNI 3420:2016 dengan menggunakan tanah lempung yang diambil dari Jalan Badak Ujung, Kota Pekanbaru, Riau. Bahan stabilisasi tanah dengan persentase variasi campuran 5%, 10%, 15%, dan 20% serbuk limbah beton terhadap tanah dengan masa pemeraman selama 7 hari, kemudian sampel diuji menggunakan alat direct shear (geser langsung). Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan nilai sudut geser dan kohesi pada seluruh variasi 5%, 10%, 15%, dan 20% serbuk limbah beton disbanding dengan sudut geser dan kohesi pada tanah asli. Nilai tertinggi sudut geser dan kohesi tertinggi terjadi pada variasi 20% serbuk limbah beton dengan menghasilkan nilai kohesi sebesar 0,6114 kg/cm² sedangkan tanah asli sebesar 0,4319 kg/cm² dan nilai sudut geser maksimum variasi 20% serbuk limbah beton sebesar 41,12° sedangkan nilai sudut geser tanah asli sebesar 22,54°. Kesimpulan penelitian adalah variasi serbuk limbah beton dapat dipergunakan untuk menstabilisasi tanah lempung karena mampu meningkatkan nilai kohesi dan sudut geser dimana dari hasil pengujian nilai kohesi dan sudut geser yang diperoleh melewati batas kategori lempung menurut bowles (1997) dengan nilai kohesi 0 kN/m2 dan nilai sudut geser 14°-20°. Penelitian selanjutnya direkomendasikan agar melakukan pengujian berbeda dengan variasi dan lama pemeraman yang sama.
  • Item type:Item,
    Analisis Perencanaan Kebutuhan Daya Listrik Untuk Penghematan Energi Listrik Pada Pabrik Kelapa Sawit Di Pt. Kampar Alam Mas Inti
    (Universitas Lancang Kuning, 2025)
    Rahmadani, Rizky
    PT. Kampar Alam Mas Inti menghadapi kendala pasokan listrik karena hanya mengandalkan dua generator diesel berkapasitas 200 kW, sehingga produksi kelapa sawit yang berkapasitas 80 ton per jam hanya terealisasi 30 ton per jam. Ketergantungan pada generator diesel berbahan bakar solar menyebabkan peningkatan biaya operasional dan pemeliharaan. Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan berencana membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan dua turbin berdaya 5.000 kW, memanfaatkan biomassa dari limbah pabrik kelapa sawit seperti serabut dan cangkang sebagai bahan bakar boiler. Analisis menunjukkan bahwa dengan daya terpasang sebesar 31,598 kW, daya terhitung sebesar 31,586 kW dan konsumsi energi harian 94,803 kWh, energi yang terhitung sebesar 93,873 kWh PLTU ini dapat meningkatkan kapasitas produksi hingga 80 ton per jam, dengan efisiensi rata-rata sebesar 99,156%. Selain itu, penggunaan biomassa sebanyak 5,20 ton/jam diperkirakan dapat mengurangi konsumsi solar dari 4.200 liter per hari menjadi 2.100 liter per hari, mendukung operasional yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
  • Item type:Item,
    Analisis Uprating Penghantar Jaringan Tegangan Menengah Pada Penyulang Kelinci Dari Luas Penampang Aac 70 mm2 Menjadi AAACS 240 mm2
    (Universitas Lancang Kuning, 2025)
    Amin, Rasydi
    Peningkatan kebutuhan energi listrik di Provinsi Riau menuntut sistem distribusi listrik yang lebih efisien dan andal. Salah satu tantangan utama dalam distribusi listrik adalah jatuh tegangan dan rugi-rugi daya yang sering terjadi, khususnya pada Penyulang Kelinci. Penelitian ini mengusulkan metode uprating penghantar dengan mengganti luas penampang kabel dari AAC 70 mm² menjadi AAACS 240 mm². Analisis dilakukan melalui perhitungan manual yang divalidasi menggunakan perangkat lunak ETAP 12.6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum uprating, jatuh tegangan mencapai 3,440 kV dengan tegangan terima 17,059 kV, sedangkan setelah uprating, jatuh tegangan menurun menjadi 1,003 kV dengan tegangan terima 19,496 kV. Selain itu, rugi-rugi daya aktif berkurang dari 0,906 MW menjadi 0,195 MW, dan rugi-rugi daya reaktif berkurang dari 569,77 kVar menjadi 503,803 kVar. Evaluasi kelayakan investasi menggunakan metode payback period mengungkapkan total biaya investasi sebesar Rp 9.020.532.165 dengan benefit tahunan Rp 8.994.489.285,54, sehingga periode pengembalian investasi hanya membutuhkan waktu 1,002 tahun atau sekitar 13 bulan.Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis bagi PT PLN (Persero) dalam upaya meningkatkan kualitas layanan distribusi listrik. Dengan penerapan inovasi ini, diharapkan sistem distribusi listrik yang lebih andal dan efisien dapat terwujud, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
  • Item type:Item,
    Evaluasi Penggunaan Tap Changer Untuk Mengatasi Jatuh Tegangan Pada Penyulang Apel Pt.Pln (Persero) Up3 Pekanbaru
    (Universitas Lancang Kuning, 2025)
    Syukur, Putra
    Jatuh tegangan (voltage drop) adalah penurunan nilai tegangan listrik yang terjadi sepanjang suatu konduktor atau rangkaian ketika arus listrik mengalir melaluinya. Penurunan tegangan ini terjadi karena adanya hambatan atau resistansi pada material konduktor dan pengaruh pembebanan, aliran arus listrik. Untuk mengatasi penurunan tegangan pada transformator dapat dengan menggunakan tap changer sesuai standar SPLN No.72 tahun 1987, transformator KT 568 harus dilakukan perubahan posisi tap dari posisi tap 3 dengan persentase jatuh tegangan ujung saluran JTR 18, 622 %, ke posisi tap 6 dengan persentase jatuh tegangan ujung saluran JTR 8,499 %. Begitu juga dengan transformator KT 854 harus dilakukan perubahan posisi tap dari posisi tap 3 dengan persentase jatuh tegangan ujung saluran JTR 14, 942 %, ke posisi tap 5 ketika dengan persentase jatuh tegangan ujung saluran JTR 8, 401 %, hasil simulasi dengan menggunakan validasi ETAP 19 pada transformator KT 568 harus dilakukan perubahan posisi tap dari posisi tap 3 dengan persentase jatuh tegangan 18, 694 %, ke tap 6 dengan persentase jatuh tegangan ujung saluran JTR 8,696 %. Dan transformator KT 854 dari posisi tap 3 dengan persentase jatuh tegangan ujung saluran JTR 14, 942%, ke posisi tap 5 dengan persentase jatuh tegangan ujung saluran JTR 8,401 %. naiknya tap akan membuat rasio perbandingan kumparan pada sisi primer dengan sekunder akan berkurang karena tegangan sekunder yang diharapkan semakin tinggi.